Indentitas Pembunuh Dubes Russia Terungkap

dubes
Dubes Russia Untuk Turki sedang berpidato. Pembunuhnya terlihat berdiri di kiri belakang. [Burhan Ozbilici/AP/al Jazeera]
Duta Besar Russia  untuk Turki Andrey Karlov baru berpidato beberapa menit ketika letusan senjata memecah keheningan pameran foto yang disponsori kedutaan Russia di Ankara, Senin malam waktu setempat. Tembakan datang dari arah belakang Karlov. Duta besar berusia 62 tahun itu jatuh tergelak. Penyerang kemudian berjalan mendekatinya dan menembak sekali lagi dalam jarak dekat.

Pengujung pameran hanya bisa tertegun. Aksi penembak tidak berhenti disitu. Dia menghancurkan beberapa bingkai foto yang dipamerkan. Lalu dengan lantang pria berjas hitam rapi itu mengingatkan pengunjung akan situasi di Aleppo. “Jangan lupa Aleppo, Jangan lupa Suriah,” katanya seperti terekam dalam video media Turki. “Siapapun yang mengambil bagian dari dalam kekejaman itu akan membayar harganya, satu demi satu… hanya kematian yang akan mengeluarkan saya dari sini,” teriaknya sambil tetap menggemgam senjatanya di tangan kanan. Dia kemudian melanjutkan ucapannya dalam bahasa Arab. “Kami adalah keturunan dari mereka yang mendukunga Nabi Muhamad, untuk Jihad.”  Dia membiarkan pengungung yang terhenyak keluar dari ruang pameran.

pembunuh
Mevlut Mert Altintas meneriakkan kondisi Aleppo saat ini [Burhan Ozbilici/AP/al Jazeera]

Menurut stasiun televisi Turki NTV yang dikutip Al Jazeera,  si penyerang kemudian tewas dalam tembak-menembak dengan petugas keamanan. Setidaknya tiga orang terluka dan dibawa ke rumah sakit usai tembak-menembak itu. Nyawa dubes tidak bisa diselamatkan. Jurubicara kedutaan Russia, Maria zakharova mengumumkan kematian sang dubes lewat serangan langsung di televisi Turki.

Walikota Ankara, Melih Gokcek mengungkapkan  pembunuh itu adalah polisi berusia 22 tahun yang sedang tidak bertugas saat itu.  Walikota Gokcek mengatakan serangan itu dilakukan untuk mengganggu hubungan Rusia dan Turki yang mulai membaik paska insiden penembakan pesawat tempur Russia oleh Turki di perbatasan Suriah, November 2015. Hubungan kedua negara mulai membaik setelah Turki meminta maaf. Kedua pemimpin sudah beberapa kali berkomunikasi. Keduanya juga sudah berbicara terkait tewasnya Karlov. Menurut Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, polisi muda itu bernama Mevlut Mert Altintas.

Menurut Diego Cupolo, jurnalis foto yang ada di TKP, ada sekitar 100 orang petugas keamanan bersenjata  baik yang terbuka maupun tertutup saat penembakan terjadi. Pihak keamanan juga dilengkapi dengan kendaraan lapis baja.  Serangan itu terjadi sehari setelah pertemuaan antara menlu dan menhan tiga negara Russia, Turki dan Iran di Moscow untuk membahas Suriah. Diskusi itu akan dilanjutanya Selasa meskipun ada insiden pembunuhan Karlov.

Karlov adalah diplomat karir. Perjalanan karirnya dimulai 1976. Sebelum ditempatkan di Turki, dia pernah menjabat Dubes Rusia Korea Utara (2001 – 2006) sebelum kemudian ditarik sebagai pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Russia. Sejak 2013 di dikirim ke Turki sebagai Dubes.

Rem Ini Bisa ‘Melihat’

Automatic Emergency Braking (AEB) kini  menjadi fitur yang diperhatikan konsumen saat memilih mobil baru. Dengan teknologi ini mobil seolah-olah punya mata  dan bisa mengingatkan pengemudi untuk mengerem. Karena dinilai efektif meningkatkan keselamatan di jalan raya, pemerintah Amerika Serikat mewajibkan setiap mobil yang dijual di negara itu dilengkapi dengan fitur ini paling lambat September 2022.  Toyota rencananya mulai akhir 2017 akan memasang fitur ini disemua modelnya.  Di Indonesia, rem canggih ini juga sudah tersedia, seperti Smart City Brake Support (SCBS) yang digunakan sedan Mazda6.

Meskipun cerdas dan tangkas, teknologi ini tidak menghilangkan peran manusia sebagai penentu utama keselamatan di jalan raya.  Teknologi ini hanya membantu jika pengemudi gagal merespon situasi yang berbahaya. Dan tidak seperti ABS, BA dan EBD,  AEB bisa membuat keputusan sendiri. Fungsi utama Automatic Emergency Braking bukan menghentikan mobil. Tapi memperlambat kecepatan mobil serendah mungkin, sehingga jika benturan tak terhindarkan, dampaknya tidak parah-parah amat. Tapi jika mobil bergerak pada kecepatan rendah, biasanya teknologi ini mampu menghentikan mobil sesaat sebelum menabrak.

Prinsip dasar AEB adalah; jika komputer mobil curiga  mobil akan menabrak sesuatu di jalur lintasannya, dan pengemudi tidak bereaksi menginjak pedal rem, sistem secara otomatis mengaktifkan rem dan mengurangi kecepatan agar efek benturan bisa diminimalisir.

Agar bisa membaca situasi didepannya, mobil mengandalkan informasi dari radar, laser dan kamera.  Beragam informasi yang ditangkap perangkat itu akan diolah komputer untuk mengetahui jarak benda-benda di jalur yang akan dilewati.  Informasi jarak  itu kemudian dikombinasikan dengan informasi kecepatan mobil.  Komputer mobil kemudian akan menghitung berdasarkan faktor-faktor itu dan jika ada kemungkinan benturan, sistem akan memperingatkan pengemudi dengan suara atau visual dan menyiapkan sistem pengereman untuk memaksimumkan daya henti. Jika pengemudi tidak merespon, sistem akan langsung mengaktifkan rem.

Subaru Outback menyebut fitur ini EyeSight.  Kemampuannya, sanggup menghentikan mobil hanya beberapa inch dari penghalang.  Dan sistem ini menghentikan mobil dengan halus dan terukur. Komputer bisa mengukur secara akurat berapa banyak tenaga pengereman yang diperlukan untuk melambatkan mobil berdasarkan kecepatan awalnya.

Volvo memisahkan teknologi AEB menjadi dua yaitu untuk kecepatan tinggi dan kecepatan rendah.  City Safety untuk memperlambat laju mobil pada kecepatan rendah dan Collision warning system pada kecepatan tinggi. Jadi jika anda sedang merayap ke kantor, maka City Safety yang berjaga. Jika sistem menduga mobil terlalu dekat dengan mobil didepan, CIty Safety akan mulai mengerem dan menyalakan lampu LED di kaca depan seperti lampu rem. Harapannya pengemudi menginjak pedal rem. Jika tidak, sistem akan mengerem otomatis. Jika jalanan lebih lancar dan mobil bergerak lebih lebih cepat dari 48 km/jam maka yang giliran jaga adalah collision warning system.

Riset Volvo menunjukkan 75 persen tabrakan yang dilaporkan terjadi pada kecepatan 30 km/jam atau kurang dan separuh tabrakan dari belakang, pengemudi bahkan tidak sempat menginjak rem saat terjadi. Automatic braking akan mengurangi jenis kecelakaan seperti ini.

EBD: Kawan Setia ABS

Pada saat mengerem kuat-kuat, berat mobil bergeser ke roda depan.  Akibatnya daya cengkram roda belakang berkurang bahkan mungkin bisa hilang sama sekali. Yang terjadi kemudian adalah roda belakang terkunci. Resiko roda belakang terkunci menyebabkan seluruh beban pengereman terpusat di roda depan dan hanya mengandalkan separuh tenaga pengereman, karena separuhnya lagi tidak berfungsi, terbuang sia-sia ke roda belakang.  Akibatnya jarak pengereman bertambah panjang dan resiko kecelakaan semakin besar.

 

Electronic brake-force distribution (EBD) mengurangi bahaya-bayaya itu dengan menyeimbangkan tenaga pengereman ke masing-masing roda berdasarkan distribusi beban kendaraan. Prosesnya berlangsung secara elektronik sehingga proses perlambatan lebih efektif.   Sistem keselamatan ini bukan saja mengurangi resiko roda terkunci tapi juga mengalokasikan tenaga pengereman ke roda-roda yang memiliki traksi yang baik dan mampu mengerem secara efektif.

 

Sejak pertengahan 2000-an EBD semakin popular.  Piranti ini selalu dipasang dengan ABS. Keduanya sama-sama mencegah roda terkunci saat pengereman. Perbedaannya,  EBD membagi aliran tenaga pengereman ke roda yang daya penghentiannya paling baik.  sering kali jadi satu paket dengan ABS (Anti-lock Braking System) dan AB (Brake Assist). Contohnya pada Toyota Sienta, Suzuki SX4 S-Cross dan Honda Civic.

 

Komponen penyusun sistem EBD adalah sensor kecepatan yang memonitor kecepatan rotasi masing-masing roda.  Brake-force modulator yang menambah atau mengurangi daya pengereman di masing-masing roda, detector akselerasi/deselarasi yang memonitor perubahan gerak mobil ke depan atau ke samping. Sensor yaw  yang memonitor ayunan kesamping. Electronic Control Unit yang mengumpulkan semua informasi dari semua sensor dan memberi perintah kepada brake-force modulator.

 

Jika sistem ABS mendeteksi roda akan terkunci atau mobil mengayun dengan berlebihan, maka sistem akan mendistribusikan kembali tenaga pengereman untuk mengoptimalkan daya pengereman. Dengan mengatur distribusi gaya pengereman secara otomatis agar distribusinya optimal, pengerman bisa lebih maksimal.

 

Namun bagaiman tingkat efektifitas EBD untuk memperpendek jarak pengereman? Kembali  tergantung kepada seberapa cepat reaksi pengemudi terhadap potensi bahaya dan seberapa aman menghidar dari benturan. Titik rawan inilah yang kemudian melahirkan teknologi rem otomatis.

Kisah Sejarah ABS

 

Anti-lock Braking System atau ABS sudah menjadi fitur standar hampir semua jenis mobil. Sistem ini berfungsi mencegah roda terkunci saat pengereman panic. Karena jika roda terkunci maka mobil akan tergelincir dan tidak bisa dikendalikan lagi. Jika roda tidak terkunci, maka mobil bisa dikendalikan menghindari benturan.

Prinsip kerjanya sederhana. Agar roda tidak terkunci saat di pedal rem diinjak hingga lantai mobil, maka sistem ABS akan menutup dan membuka aliran tenaga ke rem dengan frekuensi yang sangat cepat. Itulah sebabnya, saat ABS bekerja terdengar seperti bunyi berisik dibawah. Itu tanda sistem bekerja bukan tanda adanya masalah.

Pengemudi jaman dulu biasanya  mengenal istilah mengocok rem, rem ditekan-lepas berkali-kali secara cepat.  teknik ini butuh skill dan belum tentu cukup cepat untuk memberikan perlindungan yang efektif. Nah, dengan ABS tidak perlu lagi skill itu.

ABS dirancang agar mobil tetap terkendali pada saat panic braking, bukan memperpendek jarak pengereman. Pada beberapa situasi, ABS mungkin akan memperpendek jarak pengereman di permukaan jalan yang basah atau licin dibandingkan tanpa ABS. Pada tipe jalan yang tidak keras seperti gravel, pasir, atau salju yang belum padat, ABS akan memperpanjang jarak pengereman. Pendek kata, rem ABS tidak berarti lebih pakem, tapi lebih terkendali di jalan licin.

Teknologi ini awalnya digunakan pesawat tempur pada PD II. Saat itu sistemnya masih mekanis.  Sejak 1950 para insinyur otomotif sudah bermimpi membawa ABS ke kendaraan roda empat.  Teknologi mekanis itu sempat diaplikasikan di mobil buatan Inggris, Jensen FF tahun 1966. Dibuat dalam edisi terbatas hanya 320 unit hinggga 1971.

Para insinyur menyadari, untuk menghasilkan teknologi anti-slip yang efektif, perlu kontrol elektronik yang bergerak cepat.  Ford kemudian memperkenalkan Sure-Track yang dikontrol secara elektronik.  Sistem ini dibuat oleh Kelsey-Hayes dan ditawarkan sebagai fitur opsional pada Thunderbird dan Continental Mark III pada akhir 1969.  Lima tahun kemudian Sure-Track (yang hanya bekerja pada roda belakang) menjadi fitur standar Continental Mark IV. Tahun 1971 General Motors memperkenalkan Trackmaster hanya untuk roda belakang. dan menjadi fitur opsional model-model keluaran Cadillac dan Oldsmobile.  Tahun 1971 Nissan memperkenalkan EAL (Electro Anti-lock System) sebagai fitur opsional untuk Nissan Presiden (ABS pertama buatan Jepang), disusul Toyota Crown.

Chrysler kemudian mengaplikasikan sistem ABS elektronik empat roda pada 1971 Imperial.  Inilah cikal bakal teknologi ABS modern.  Mercedes-Benz dengan teknologi ABS buatan Bosch bersikeras mengklaim mereka yang pertama mencapai fase produksi massal. Mulai 1978, perusahaan yang berbasis di Stutgart ini memasang ABS dibanyak model premiumnya. Salah satunya dipasang di limo Mercedes-Benz 450 SEL (cikal bakal S-Class).

Teknologi Bosch yang dipakai Mercedes-Benz memang lebih canggih dengan control digital.  Namum Sure-Brake buatan Bendix yang dipakai Chrysler Imperial terbukti efektif, seperti dikisahkan Popular Science edisi November 1970, yang menyimpulkan ‘pengereman kuat dan pakem bahkan di permukaan es’.

Pada masa-masa awal itu, popularitas sistem ini masih terbatas. Peminat fitur Sure-Brake pada Chrysler Imperial tidak tibanyak, hanya beberapa ratus mobil pertahun.  Pada 1974, fitur ini dihapus. Salah satu sebabnya bisa jadi karena harganya yang mahal.

Sejak dekade 90-an ABS semakin banyak dipakai mobil-mobil produksi masal setelah sebelumnya hanya menjadi fitur mobil premium. Konsumen juga semakin paham fungsinya. Tapi tidak semua orang mendukung aplikasi teknologi ini.  Mereka yang menentang mengatakan harga yang harus dibayar konsumen tidak sepadan dengan manfaatnya. Ada juga yang berpendapat, penerapan ABS justru membuat pengemudi menjadi terlalu percaya diri dan mengendarai mobilnya ugal-ugalan.  Namun uji coba yang dilakukan the Highway Loss Data Institute menyimpulkan ABS efektif mencegah benturan dan membantu meningkatkan keamanan berlalulintas.

 

Mencari Manfaat dari Bunga Negatif

Skema suku bunga negatif semakin dipertimbangkan menjadi perangkat untuk menangkal krisis ekonomi. Investor mulai melihat potensi keuntungan memegang surat hutang dengan yield negatif.

 

 
Emas sedang diburu di Jepang. Demikian pula safe deposit boxes.   Sepanjang paruh pertama tahun ini permintaan emas naik 30 persen, menurut Tanaka Kikinzoku Kogyo K.K. retailer emas terbesar di negeri itu.  Sementara permintaan safe deposit box meningkat hingga dua kali lipat. Semua itu gara-gara Bank Sentral Jepang  (Bank of Japan/BOJ) menerapkan suku bunga negatif (negative interest rate/NIR) per Februari tahun ini.

NIR memang merombak paradigma sistem perbankan selama ini. Lawan dari suku bunga positif  yang selama ini dikenal, dimana penabung/deposan mendapat imbalan bunga dari dana yang dikelola bank.  Skema NIR justru penyimpan uang  harus membayar bunga kepada bank. Artinya jika anda menyimpan Rp 100 juta, saat jatuh tempo, bank  membayar kurang dari Rp 100 juta.

Kebijakan negative investment ratio, kata Pengamat Ekonomi Tony Prasetyantono dalam situasi dan kondisi ekonomi normal, kebijakan ini tak perlu diambil. “Idealnya suku bunga harus positif, untuk memberikan insentif,” kata Tony, Selasa kemarin.

Kebijakan NIR ini bukan untuk masyarakat umum, melainkan diberlakukan oleh bank sentral suatu negara kepada bank umum. Tujuannya agar bank umum tidak menyimpan uang di bank sentral. Uang tersebut dialihkan ke masyarakat melalui kucuran kredit dan menggerakkan sektor riil. Jika suku bunga yang ditetapkan tinggi, bank cukup menyimpankan uangnya di bank sentral dan memperoleh imbalan, bunga ketimbang mengucurkan kredit ke masyarakat. “Supaya ada loan, ekspansi kredit. Dari situ ekonomi akan berjalan,” kata Tony.

Krisis ekonomi bisa terjadi ketika orang lebih suka menabung daripada membelanjakan uangnya.  Solusi konvensional suku bunga diturunkan. Jika penurunan suku bunga tak berdampak efektif, bank sentral bisa menurunkan suku bunga tersebut menjadi negative. “Ini kondisi ekstrim ketika suku bunga rendah belum efektif mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Kebijakan NIR hanya bisa diambil ketika kondisi perekonomian tidak normal, dalam kondisi krisis dan bukan kebijakan jangka panjang. Pada periode tertentu kebijakan ini harus dikoreksi. “Kebijakan suku bunga negative itu diambil kalau bank sudah tidak lagi mengucurkan dana dan kita sudah kehabisan akal,” tegas Guru Besar UGM itu.

Kebijakan suku bunga rendah juga bukan kebijakan tunggal. Ia harus dikombinasikan dengan kebijakan lain, semisal quantitative easing, atau kebijakan lainnya. Quantitative easing dilakukan untuk mencegah penurunan suplai uang. “Tidak ada yang murni suku bunga rendah, harus mix policy,” tambah pengamat ekonomi pakar ekonomi Yanuar Rizky. Jika suku bunga yang ditetapkan terlalu rendah ekspansi pasar tak mungkin terjadi

Sejatinya,  ide semacam NIR sudah muncul akhir abad 19. Saat ekonom Jerman, Silvio Gesell mendesak pemerintah agar membebankan pajak pada uang yang diendapkan di bank sentral. Tujuannya memaksa bank menyalurkan kredit.  Namun sepanjang abad 20, konsep ini tidak pernah diterapkan. Alasannya sederhana, siapa sih yang mau uangnya berkurang?

Saat ekonomi Amerika Serikat tersandung krisis subprime mortgage (2007 – 2009),  wacana NIR kembali ke permukaan antara lain lewat Gregory Mankiw, ekonomis Harvard dan mantan kepala dewan penasehat ekonomi Presiden Bush.  Dia menawarkan ide ini tahun 2009.   Menurutnya, NIR mendorong suku bunga pinjaman turun sehingga pengusaha tertarik untuk meminjam guna menggerakan usahanya.   Usulannya tenggelam dalam riuh rendah peangangan krisis saat itu.

Sebagai instrumen moneter, NIR memang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan BOJ menerapkan pendekatan tidak biasa itu untuk merangsang pertumbuhan ekonomi negara itu. Jauh sebelumnya, sejak penghujung 1990an, Jepang sudah memberlakukan suku bunga rendah, mendekati nol. Tujuannya agar bank agresif mendorong pertumbuhan kredit. Belakangan, Jepang merasa strategi itu tidak efektif.

Teorinya, bunga bank yang rendah akan melemahkan nilai mata uang. Melemahnya Yen  akan menguntungkan eksportir Jepang. Karena konsumen manca negara bisa membeli barang Jepang dengan harga lebih murah.  Selanjutnya industri dalam negeri akan menggeliat. Selain itu, konsumen domestik yang memegang uang tunai berlebih, diharapkan membelanjakan lebih banyak. Peningkatan belanja masyarakat diharapkan ujungnya juga menggerakan ekonomi. Per Februari 2016, bunga deposito ditetapkan -0.1persen.

Yang terjadi ternyata tidak seindah bayangan. Nilai Yen malah menguat. Menurut The Wall Street Journal, yen menjadi haven currency ditengah ketidapkastian pasar global dan melemahnya dollar setelah Federal resevere kembali menutup harapan akan kenaikan suku bunga.   Disisi lain, publik dan pengusaha di Jepang justru menahan belanjanya karena muncul kekhawatiran ketidakpastian di masa depan.

Kebijakan BOJ itu lalu dinilai kontraproduktif.  Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda menilai situasi keuangan Jepang justru akan lebih buruk jika BOJ tidak menerapkan NIR. “Saya tidak berpikir bahwa penerapan NIR menyebabkan yen menguat dan pasar saham menurun di Jepang,” katanya saat berpidato di Columbia University, New York seperti di kutip japantimes. Dia menolak jika kebijakannya itu dinilai kontraproduktif.  Hingga pekan ini,  kebijakan NIR masih diterapkan dan menjadi bagian penting dari upaya menggerakkan ekonomi negara itu.

Dalam sejarah, NIR  justru diterapkan pertamakali oleh Bank Sentral Denmark. Tahun 2012, ketika krisis hutang Eropa mencapai puncaknya,  pemilik modal  mengamankan dananya di bank-bank  Denmark.  Bank-bank itu lalu menimbun uangnya di Bank Sentral.  Banjir Euro membuat Bank Sentral Denmark kelabakan menjaga nilai Krone berada pada rentang yang telah ditetapkan. Sampai pada titik  bunga 0,05 persen,   dana masih mengalir masuk.  Tidak ada jalan lain,  demi menjaga Krone, Bank Sentral Denmark memasuki teritori baru yang tidak pernah dilakukan siapapun sebelumnya yaitu NIR.

Pada awal penerapannya, suku bunga dipatok -0.1. Kini berada di rentang -0.65 persen.  NIR berhasil menjauhkan spekulan dan menjaga nilai mata uang Krone di level yang ditentukan.  Ekonomi Denmark relatif aman menembus badai krisis Eropa.

Situasi ekonomi dunia yang masih rawan krisis  mengilhami sejumlah petinggi bank sentral dunia untuk memasukkan instrumen NIR sebagai salah satu arsenalnya dalam menghadapi turbulensi ekonomi di masa depan.  Gubernur Bank Sentral Canada Stephen Poloz juga  Chairman Federal Reserve Janet Yellen secara terbuka sudah mengungkapakan tidak menutup peluang akan menerapkan kebijakan itu di masa depan.

***

Ditengah ancaman krisis ekonomi, para investor memilih mengamankan dananya di surat utang pemerintah (souverign bond) yang dianggap cukup aman.  Dan investor berani menempatkan uangnya pada bonds yang yield-nya negatif.   Di Jepang saat ini, 80 persen surat hutang bunganya -0.004 persen,  nilainya USD 7,9 triliun.

Ternyata tren ini bukan hanya di Jepang tapi juga di negara-negara maju lainnya.  Surat hutang Jerman tempo 10 tahun  diperdagangkan dengan rate -0,115. Sementara surat hutang 10 tahun Swiss dikenakan bunga -0,5274 persen. Bloomberg memperkirakan, sekitar 30 persen global souverign bonds kini diperdagangkan dengan bunga negatif.

“Kekhawatiran soal masa depan ekonomi global yang dipicu Brexit mendorong permintaan surat hutang pemerintah berkualitas tinggi pada bulan Juni,” demikian paparan Fitch Rating yang dikutip laman CNBC.  Yang menarik, pemegang surat hutang pemerintah itu cenderung memegang surat hutangnya dalam jangka waktu lama, 7 – 10 tahun. Indikasinya, per Juni pemegang surat hutang jenis itu, meningkat  hampir dua kali lipat dibandingkan April 2016.

Mengapa investor masih menamankan uangnya di NIR?   Menurut the Economist ada tiga golongan pembeli surat hutang pemerintah. Pertama,  investor yang harus memiliki surat hutang pemerintah, tidak peduli soal keuntungan finansial yang ditawarkan.  Dalam kategori ini meliputi bank sentral, yang memengan bonds sebagai bagian dari cadangan mereka, dana pensiun, juga bank-bank yang membutuhkan surat hutang pemerintah untuk memenuhi persyaratan likuiditas dan dipakai sebagai jaminan saat pinjam uang di money markets.

Kedua,  investor yang berspekulasi mendapatkan keuntungan dari NIR.  Contohnya, surat hutang Jepang denominasinya Yen. Investor asing akan senang memegan bond ini jika  Yen terus menguat. Dan memang Yen menguat. Keuntungan dari selisih kurs itu lebih besar dari bunga negatif yang harus dibayar.  Investor lokal akan membeli bond pemerintah jika memprediksi akan terjadi deflasi berlarut-larut. Toh saat jatuh tempo, uang simpanan mereka tetap memiliki daya beli yang kuat, meskipun secara nominal berkurang.

Ketiga,  investor yang cemas  dan memilih rugi sedikit dengan memegang bond pemerintah daripada rugi besar di investasi lain. Saat ini nilai saham-saham Eropa hampir 20 persen dibawah level tahun lalu, harga komoditas anjlok, default rate surat  hutang swasta melonjak.  Karena itu bonds pemerintah terlihat seperti surga ditengah-tengah badai  keuangan, meskipun bunganya negatif.

Tidak mengherankan ketika Canadian Imperial Bank of Commerce  menjual bonds dengan negative yield,  peminatnya over subscribed hingga dua kali lipat.    Bank ini berhasil menyerap dana $ 1,8 miliar dengan yield -0,009 dengan masa jatuh tempo enam tahun.

*Reportase HNU

Honda Kembali ke Akarnya

Honda-NSX-1.jpg

Sudah lama muncul keprihatinan diantara para pelanggan Honda bahwa perusahaan ini telah bergeser dari visi yang diterapkan oleh pendirinya Soichiro Honda. Visi Soichiro Honda adalah untuk menciptakan mobil-mobil yang memikat, dinamis dan memberi keasyikan mengemudi yang maksimal.

Rupanya keprihatinan itu sampai juga ke direksi Honda Motor Co. Baru-baru ini CEO Honda Takahiro Hachigo  mengumumkan rencananya untuk membuat perubahan besar dalam hal menciptakan mobil baru. Yang pertama dan yang terpenting, Hachigo akan mengijinkan para insinyur untuk memberi sumbangsih lebih besar pada fase perencanaan, sementara tim sales and marketing akan sedikit mengurangi kontribusinya.

Rencana Hachigo ini akan mengubahh beberapa kebijakan yang ditetapkan CEO sebelumnya, Takanori Ito .  “Dalam beberapa tahun belakangan, proses pengembangan produk-produk kami  menjadi sangat rumit dan lamban, melibatkan banyak sekali orang-orang dari tim sales, marketing dan teknik,” keluh seorang pejabat senior kepada Reuters. “Akhirnya kami memproduksi mobil-mobil yang membosankan yang lalu disebut-sebut mobil yang didesain oleh sebuah komite. ”

Berdasarkan kebijakan baru, seorang insinyur senior yang sebelumnya ditarik ke kantor pusat di Tokyo untuk lebih dekat dengan tim sales and marketing, dikembalikan lagi ke pusat riset dan pengembangan Honda di Tochigi serta diberi wewenang lebih luas. Fasilitas riset milik Honda di Tochigi ini –sekitar 100 km di utara Tokyo- memiliki fasilitas yang sangat canggih.

Hachigo yang berlatar belakang teknik  juga akan membatasi wewenang yang selama ini diberikan pada kantor regional Honda diseluruh dunia. Lokalisasi yang dilakukan selama ini menghasilkan banyak model-model spesifik yang berbeda-beda.  Nantinya, seluruh model akan dirancang dan dikembangkan di Tochigi.

Harga Bugatti Chiron

chiron2.jpg

Sulit dibantah, Bugatti Chiron adalah bintang pameran 2016 Geneva Motor Show.  Bugatti mengklaim Chiron adalah mobil terkuat, paling kencang dan paling mewah serta sports car paling ekslusif. Dan tentu saja ada harga untuk semua itu.

Chiron yang kini menjadi flagship Bugatti memiliki modal kuat untuk mengklaim gelar bergengsi itu. Tenaga yang dihasilkan mesinnya mencapai 1500 hp sekaligus membuat standar baru karena menjadi sports car versi jalan raya pertama yang mencapai level tenaga sebesar itu.  Dibandingkan pendahulunya, Bugatti Veyron ini kenaikan 50 persen.  Tenaga sebanyak itu diproduksi mesin 8.0 liter W16  dikombinasikan dengan empat turbo dua tingkat berukuran besar.

Dengan penggunaan turbo, produksi torsi bisa mencapai 1180 lb-ft mulai dari 2000rpm sampain 6000 rmp, atau bisa dikatakan torsi maksimal dinikmati hampir disemua rentang putaran mesin.   Hasilnya, akselerasi  0 – 62 mph (99,2 km/jam) kurang dari 2,5 detik.  Untuk mencapai 124 mph (198,4 km/jam) hanya butuh waktu 6,5 detik dan  186 mph (297,6 km/jam)  dalam 13,5 detik.   Sebagai informasi  13,5 detik itu akselerasi Toyota Avanza  dari 0 – 100 km/jam.  Angka itu berdasarkan pengujian Laboratorium Motor Bakar dan Sistem Propulsi ITB,  yaitu 13,2 detik  jika menggunakan Pertalite. Sementara ketika menggunakan Premium waktunya 13,8 detik.

Saat ini rival paling dekat Bugatti Chiron bisa jadi adalah Porsche 918 Spyder dan Ferrari LaFerrari.  Atas nama faktor keselamatan, Bugatti ‘membatasi’ kecepatan Chiron  hingga 261 mph (417 km/jam). Bugatti sebenarnya cukup confident Chiron bisa menorehkan rekor kecepatan baru. Saat ini rekor mobil jalan tercepat versi Guinnes World Record dipegang Bugatti Veyron yaitu 267.8 mph(428,5 km/jam). Menurut Bugatti, Chiron bisa menyentuh 290 mph (464 km/jam).

chiron.jpg
Desain eksterior Chiron terlihat lebih segar dengan tetap mempertahanakn grille sepatu kuda yang sebelumnya ada di Veyron.  Desainnya sedikit lbih agresif, menggetarkan tanpa mengabaikan faktor keindahan.  Di bandingkan Veyron sedikit lebih panjang, lebih tinggi dan lebih lebar.  Interior dipenuhi material eksotis seperti kulit berkualitas terbaik,  serat karbon dan aluminium.

Bugatti sudah menjual sepertiga dari 500 unit yang akan diproduksi. Masing-masing harganya USD 2,6 juta (Rp 34,7 miliar). Jika dipasarkan di Indonesia, harganya akan naik berlipat kali karena peraturan pajak dan bea masuk. Sebagai pembanding, harga itu setara dengan 5 – 10 apartemen mewah di kawasan strategis Jakarta. Atau 25 – 30 unit Mercedes-Benz E Class.