Kisah Sejarah ABS

 

Anti-lock Braking System atau ABS sudah menjadi fitur standar hampir semua jenis mobil. Sistem ini berfungsi mencegah roda terkunci saat pengereman panic. Karena jika roda terkunci maka mobil akan tergelincir dan tidak bisa dikendalikan lagi. Jika roda tidak terkunci, maka mobil bisa dikendalikan menghindari benturan.

Prinsip kerjanya sederhana. Agar roda tidak terkunci saat di pedal rem diinjak hingga lantai mobil, maka sistem ABS akan menutup dan membuka aliran tenaga ke rem dengan frekuensi yang sangat cepat. Itulah sebabnya, saat ABS bekerja terdengar seperti bunyi berisik dibawah. Itu tanda sistem bekerja bukan tanda adanya masalah.

Pengemudi jaman dulu biasanya  mengenal istilah mengocok rem, rem ditekan-lepas berkali-kali secara cepat.  teknik ini butuh skill dan belum tentu cukup cepat untuk memberikan perlindungan yang efektif. Nah, dengan ABS tidak perlu lagi skill itu.

ABS dirancang agar mobil tetap terkendali pada saat panic braking, bukan memperpendek jarak pengereman. Pada beberapa situasi, ABS mungkin akan memperpendek jarak pengereman di permukaan jalan yang basah atau licin dibandingkan tanpa ABS. Pada tipe jalan yang tidak keras seperti gravel, pasir, atau salju yang belum padat, ABS akan memperpanjang jarak pengereman. Pendek kata, rem ABS tidak berarti lebih pakem, tapi lebih terkendali di jalan licin.

Teknologi ini awalnya digunakan pesawat tempur pada PD II. Saat itu sistemnya masih mekanis.  Sejak 1950 para insinyur otomotif sudah bermimpi membawa ABS ke kendaraan roda empat.  Teknologi mekanis itu sempat diaplikasikan di mobil buatan Inggris, Jensen FF tahun 1966. Dibuat dalam edisi terbatas hanya 320 unit hinggga 1971.

Para insinyur menyadari, untuk menghasilkan teknologi anti-slip yang efektif, perlu kontrol elektronik yang bergerak cepat.  Ford kemudian memperkenalkan Sure-Track yang dikontrol secara elektronik.  Sistem ini dibuat oleh Kelsey-Hayes dan ditawarkan sebagai fitur opsional pada Thunderbird dan Continental Mark III pada akhir 1969.  Lima tahun kemudian Sure-Track (yang hanya bekerja pada roda belakang) menjadi fitur standar Continental Mark IV. Tahun 1971 General Motors memperkenalkan Trackmaster hanya untuk roda belakang. dan menjadi fitur opsional model-model keluaran Cadillac dan Oldsmobile.  Tahun 1971 Nissan memperkenalkan EAL (Electro Anti-lock System) sebagai fitur opsional untuk Nissan Presiden (ABS pertama buatan Jepang), disusul Toyota Crown.

Chrysler kemudian mengaplikasikan sistem ABS elektronik empat roda pada 1971 Imperial.  Inilah cikal bakal teknologi ABS modern.  Mercedes-Benz dengan teknologi ABS buatan Bosch bersikeras mengklaim mereka yang pertama mencapai fase produksi massal. Mulai 1978, perusahaan yang berbasis di Stutgart ini memasang ABS dibanyak model premiumnya. Salah satunya dipasang di limo Mercedes-Benz 450 SEL (cikal bakal S-Class).

Teknologi Bosch yang dipakai Mercedes-Benz memang lebih canggih dengan control digital.  Namum Sure-Brake buatan Bendix yang dipakai Chrysler Imperial terbukti efektif, seperti dikisahkan Popular Science edisi November 1970, yang menyimpulkan ‘pengereman kuat dan pakem bahkan di permukaan es’.

Pada masa-masa awal itu, popularitas sistem ini masih terbatas. Peminat fitur Sure-Brake pada Chrysler Imperial tidak tibanyak, hanya beberapa ratus mobil pertahun.  Pada 1974, fitur ini dihapus. Salah satu sebabnya bisa jadi karena harganya yang mahal.

Sejak dekade 90-an ABS semakin banyak dipakai mobil-mobil produksi masal setelah sebelumnya hanya menjadi fitur mobil premium. Konsumen juga semakin paham fungsinya. Tapi tidak semua orang mendukung aplikasi teknologi ini.  Mereka yang menentang mengatakan harga yang harus dibayar konsumen tidak sepadan dengan manfaatnya. Ada juga yang berpendapat, penerapan ABS justru membuat pengemudi menjadi terlalu percaya diri dan mengendarai mobilnya ugal-ugalan.  Namun uji coba yang dilakukan the Highway Loss Data Institute menyimpulkan ABS efektif mencegah benturan dan membantu meningkatkan keamanan berlalulintas.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s