Menghadang Virus Zika

zika 2

 

Kekhawatiran yang meluas karena cepatnya penyebaran dan komplikasi yang disebabkannya. Virus ini sudah ditemukan di Indonesia. Pencegahannya tidak sulit.

 

 

 

World Health Organization (WHO) memprediksi tiga sampai empat juta orang akan terinfeksi virus Zika  (ZIKV) sepanjang tahun ini di wilayah Amerika Latin.  Sampai pekan lalu virus ini sudah ditemukan di lebih dari 22  negara di benua itu.  Cepatnya penyebaran antar negara ini antaralain dibawa para pelancong yang terinfeksi ZIKV. Selain penyebaran alaminya lewat gigitan nyamuk aides aegepty yang juga menyebarkan demam berdarah.

 

Direktur Jendral WHO, Dr Margaret Chan mengatakan, angka-angka statistic dan tingkat keparahahan yang diakibatkan komplikasi penyakit ini -mulai dari cacat otak microcephaly hingga kelumpuhan pada orang dewasa, mendorong lembaga ini untuk mengkaji apakah perlu menyatakan penyebabaran virus ini sebagai situasi darurat internasional.  Terakhir kali WHO menyatakan situasi darurat semacam ini tahun 2014, saat Ebola mengamuk di Afrika Barat dan menewaskan lebih dari 11.000 orang.

 

zika1.jpg

 

Salah satu yang menyulitkan penanganan penyebaran ZIKV ini adalah tidak munculnya gejala yang mengganggu.  Lebih dari 80 persen penderikat yang terinfeksi  tidak menampakkan gejala yang mengganggu. Akibatnya, sulit mendeteksi penularan infeksi ini jika terjadi pada ibu hamil. Virus ini menarik perhatian dunia karen dikait-kaitkan dengan kelahiran hampir 4000 bayi dengan microcephaly di Brazil.  Sementara vaksinnya belum tersedia.

 

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention, diluar Amerika Latin, tahun ini jasad renik ini juga mewabah di Samoa, pulau kecil di Samudra Pasifik dan Cape Verde, Afrika. Sebelumnya juga pernah di ditemukan di Indonesia, Kamboja, Thailand dan Filipina. ZIKV memang hidup nyaman di kawasan tropis dan subtropics.

 

Penemuan ZIKV di Indonesia terjadi gara-gara ada kejadian luarbiasa Deman Berdarah Dengue di Jambi (Desember 2014 –  April 2015).  Dari sekian penderita yang masuk ke rumah sakit, ada beberapa yang saat dites DBD hasilnya negatif. Sampel dinyatakan negatif virus Dengue baik dengan dengan metode pemeriksaan RT-PCR, NS1 deteksi antigen, maupun bukti serokonversi dengan ELISA. Padahal pasien  menunjukkan gejala khas dari penyakit mematikan ini.  Sampel ini kemudian di kirim ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

 

Sebanyak 103 sampel lalu diperiksa lebih lanjut di Laboratorium di Lembaga Biologi Molekul Eijkman, Jakarta. Secara paralel, juga dilakukan isolasi virus menggunakan sel Vero.  “Ternyata satu sampel dengan kode  JMB-185, secara analisis filogenetik mengandung ZIKV  keturunan Asia,” kata dr. Herawati Sudoyo, Ph.D, peneliti dari Lembaga Biologi Molekul Eijkman kepada Gatra, Kamis pekan lalu.  Menurut dokter peraih   peraih Habibie Award (2008),  selain ada jenis Asia, ada juga jenis Afrika. Keduanya tidak banyak perbedaan, dan efek yang dihasilkan sama saja.

 

Sampel itu berasal dari seorang pria 27 tahun yang datang ke rumah sakit dengan keluhan gejala demam tinggi mendadak, sakit kepala, siku dan nyeri sendi, nyeri otot  (myalgia) dan lesu/tidak enak badan (malaise). Tidak terlihat ada bintil-bintil merah di kulit,  mata merah (conjunctivitis) dan bengkak kaki/tangan, gejala klinis terinfeksi ZIKV.

 

Gejala yang terlihat jika seseorang terkena ZIKV, kata Herawati, mirip dengan gejala jika terkena virus dengue tapi dengan skala lebih ringan. “Zika itu gejala kliniknya memang tidak terlalu berat. Jadi kalau ditanya apakah dia berbahaya, misalnya mengancam kehidupan, ya engga,” tegasnya. Zika sampai saat ini juga tidak ada obatnya. “Mengenai perawatan khusus ya tidak perlu, karena penyakit ini kan penyakit yang, istilah kedokterannya self limiting disease, jadi ini penyakit yang akan sembuh sendiri,” katanya. Penderita di Jambi itu dilaporkan sehat dua hari setelah mengeluh sakit.

 

Zika dan Dengue memang mirip karena memiliki kekerabatan yang erat, yaitu flavivirus. Virus yang termasuk ke dalam flavivirus ini adalah dengue, West Nile, Japanese encephalitis, dan yellow fever virus. Zika ditularkan oleh nyamuk Aedes. Yang membedakan virus Zika dan Dengue adalah bahwa gejala klinik Dengue jauh lebih berat, kemudian ada thrombocitophenie (defisit platelet dalam darah.). “Zika sering tidak ada thrombocitophenie,” kata Herawati.

 

Soal kekhawatiran menyebabkan microchepaly jika menginfeksi ibu hamil, Herawati  enggan menduga-duga. “Kita belum mempelajari itu dengan dalam. Justru dengan kejadian ini, sekarang risetnya dipacu ke arah situ,” katanya.

 

Namun  Herawati mengingatkan masyarakat tidak perlu panik. “Zika ini ringan kalau dibandingkan dengue.  Tidak perlu panik,” pesannya. “Virus ketakutan (terhadap Zika) lebih berbahaya daripada Virus Zika nya sendiri,” seloroh Hera.

 

Pesan senada juga disampaikan  Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kusmedi Priharto. “Biasanya (ibu hamil) masuk rumah sakit diobati seperti demam berdarah,” ujarnya. “Pada ibu hamil yang terinfeksi virus zika,  juga sembuh dengan sendirinya,” kata dia. Kemudian, ibu hamil harus melakukan kontrol yang lebih rutin untuk memantau perkembangan bayi.

 

Dalam pemeriksaan itu akan dilihat bagaimana tumbuh kepalanya, normal atau tidak. “Sejauh ini belum tahu secara pasti apa yang bisa dilakukan untuk mencegah agar bayinya tidak bermasalah. Karena kita tidak ada pengalaman untuk itu,” ujarnya.

 

Catatan Kusmedi, belum tentu orang yang digigit aedes aegypti menjadi DBD. Begitu juga dengan virus Zika. Untuk menghadang virus ini, caranya gampang, sama seperti mencegah penyebaran DBD karena si pembawa virus-nya juga sama. Yaitu melaksanakan 3 M seperti yang dikampanyekan pemerintah selama ini yaitu (1) menguras, (2) menutup, dan (3) mengubur potensi sarang nyamuk Aedes Aegypti.

-Bersama HAD, TQR –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s