Lumia Pening, Huawei Bersorak

Lumia.jpg

 

Para petinggi Microsoft mungkin sedang pening sekarang ini.   Volume penjualan ponsel Lumia sepanjang tiga bulan terakhir 2015 hanya 4,5 juta unit padahal pada periode yang sama tahun lalu bisa mereka menjual 10,5 juta unit.  Lesunya penjualan itu terungkap saat perusahaan yang didirikan Bill Gates ini merilis laporan keuangan triwulan 2 tahun fiscal 2015 – 2016.

 

Kini harapan ada pada trio Lumia 550, 950 dan 950XL yang mulai dipasarkan secara penuh pada triwulan pertama tahun ini. Diharapkan ketiga ponsel ini bisa mengubah atmosfer di kantor pusat Lumia.

 

Data International Data Corporation (IDC) Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, jumlah ponsel yang dikirim para produsen ke seluruh dunia mencapai 399.5 juta unit selama tiga bulan terakhir 2015, naik 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (377,8 juta unit). Dengan demikian pangsa pasar Lumia hanya 1.1 persen saja.

 

Samsung tetap menjadi penjual ponsel terbanyak didunia. Pada triwulan ini pabrikan Korea Selatan ini mengirimkan 85,6 juta unit naik 14 persen dari tahun lalu. Sehingga penjualan total 2015 mencapai 324,8 juta unit atau naik 2,1 persen dari 2014 (318.2 juta). Sebagai jawara, Samsung kini menghadapi banyak pertempuran sengit. Di segmen paling atas harus menghadapi Apple. Di segmen menengah ke bawah  digempur Xiaomi, Huawei, ZTE dan lainnya.

 

Apple menorehkan rekor pengiriman terbaru yaitu 74,8 juta unit  atau 0.3 juta unit lebih banyak dari tahun lalu.  Tingginya permintaan terhadap iPhone 6S dan 6s Plus  khususnya di China dan Amerika Serikat, mendorong pengiriman Apple mencapai 231,5 juta unit sepanjang tahun 2015.  Angka ini tumbuh 20,2 persen dibandingkan 2014 (192,7 juta). Faktor pendorong pertumbuhan Apple adalah inovasi baru seperti Apple Pay dan Force Touch dikombinasikan dengan kinerja yang lebih baik, dan lebih cepat, berhasil menggoda banyak pengguna ponsel Android.

 

Namun pemenang terbesar tahun ini adalah Huawei yang tumbuh 37 persen pada triwulan ini menjadi 32, 4 juta dari 23,6 juta.  Huawei juga berhasil mencatatkan diri dalam kelompok elite, yaitu perusaan ponsel ke empat dalam sejarah dunia yang berhasil mengirimkan lebih dari 100 juta ponsel setahun (sebelumnya ada Nokia, Samsung dan Apple). Dimana total penjualannya sepanjang tahun 2016 mencapai 106,6 juta unit, naik  44,3 persen dibandingkan 2014 (73,8 juta unit).  Kuncinya adalah strategi menyediakan ponsel dengan harga terjangkau di negara-negara berkembang dikombinasikan dengan daya saing luarbiasa dari ponsel high-end mereka.

 

Lenovo masih berjuang untuk menapak dengan kuat di tengah persaingan yang sangat ketat. Mereka menyediakan dua kanal brand yaitu Moto untuk perangkat high-end dan Vibe untuk low-end.  Lenovo yang tahun lalu mengakuisisi Motorola memberi kepercayaan penuh pada perusahaan untuk mendesain, mengembangkan dan memproduksi ponsel. Sepanjang triwulan terakhir  pengiriman mencapai 20,2 juta unit atau tumbuh 43,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 14,1 juta unit. Total penjualan 2015 mencapi 74 juta, naik 24,5 persen dari 2014 (59,4 juta)

 

Xiaomi yang mengandalkan pasar domestik China untuk tumbuh –dimana sampai saat ini 90 persen pangsa pasarnya ada di dalam negeri- menghabiskan 2015 sebagai tahun transisi dari brand ponsel kelas bawah menjadi kelas menengah.  Meskipun penyumbang terbesarnya masih dari lini low-end seperti serial Redmi.  Meskipun begitu, Xiaomi berhasil memperlebar jarak dengan LG, produsen ponsel urutan  ke enam dalam daftar yang dirilis IDC. Total penjualan triwulan ketiga mencapai 18,2 juta unit naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 16,5 juta unit. Total penjualan 2015 70,8 juta unit naik 22, 8 persen dari 2014 (57,7 juta).

 

Total penjualan ponsel lima besar pabrikan ini mencapai 625,2 juta unit sepanjang 2015. Sementara total penjualan ponsel seluruh brand mencapai  1432,9 juta unit, naik 10,1 persen dari 1301,7 juta unit  di tahun 2014.

 

Menurut Anthony Scarsella, Research Manager with IDC’s Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker  pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa dan China semakin jenuh.  Dia menyarankan agar para pabrikan mulai serius menggarap pasar baru di negara-negara berkembang dengan menyediakan ponsel kelas menengah dengan tampilan premium.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s