Automatic Braking di Puji

auto-brake.jpg

Perangkat automatic braking- yang bisa mengerem otomatis saat ada bahaya- diakui benar-benar bisa mengurangi tabrakan, khususnya tabrakan dari belakang.   Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Insurance Institute for Highway Safety, sistem ini  mengurangi tabrakan belakang hingga 39  persen dan  mengurangi jumlah korban cidera hingga 42 persen.

 

Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa jika semua mobil bisa memperingatkan pengemudinya jika ada resiko besar tabrakan dan secara otomatis mengerem, diperkirakan sekitar 700.000 kecelakaan bisa dihindari.

 

Saat ini baru satu persen mobil di Amerika Serikat yang sudah dilengkapi dengan fitur automatic braking sebagai piranti standar. Sementara 26 persen lainnya menyajikannya sebagai fitur opsional. Namun teknologi dengancepat mendapat dukungan. Tahun lalu, 10 merek ternama yang diinisiasi National Highway Traffic Safety Administration dan IIHS sepakat untuk menjadikan automatic braking system sebagai fitur standar disemuamobil baru. Beberapa merek lain ikut bergabung kemudian.

 

Sejak awal 2015 NHTSA mulai merekomendasikan teknologi automatic braking sebagai bagian dari peniliaian dalam uji tabrak. Meskipun fitur ini tidak mempengaruhi penilaian akhir, sistem ini masuk dalam daftar yang direkomendasikan, termasuk backup camera, lane departure dan impeding collision warning.

 

Kesepakatan antara produsen mobil, NHTSA dan IIHS juga mendorong pertumbuhan bisnis para pemasok yang mengadopsi teknologi ini. IIHS mengkaji laporan kecelakaan tabrak belakang  di 22 negara bagian Amerika Serikat antara 2010  – 2014.  Mereka membandingkan tingkat kecelakaan yang terjadi pada Acura, Honda, Mercedes-Benz, Subaru dan Volvo –merek-merek yang dilengkapi dengan automatic braking dan front-collsion warning- dengan model yang sama yang tidak dilengkapi teknologi ini. Penelitian ini menghitung  jumlah kecelakaan dan tingkat cidera mobil yang menabrak mobil lain. Mobil yang ditabrak mobil lain dari belakang tidak dihitung.

 

Di Indonesia, fitur ini ditawarkan di beberapa model seperti sedan Mazda6  dan hatchback Mazda2 terbaru dan juga Ford Focus.  Mazda menyebutnya smart city brake yang aktif di kecepatan maksimal 30 km/jam.  Ford menyebutnya Active City Stop.  Sama seperti Smart City Brake, fitur itu mampu membaca pergerakan kendaraan lain di depan mobil. Jika mobil itu berhenti mendadak, sistem otomatis bekerja mengerem mobil, meskipun pengemudi belum sempat bereaksi. Klik video menarik berikut ini : https://www.youtube.com/watch?v=TKL_cn8vhjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s