Yang masih dipertahankan di mobil Otonom

volvo-concept

Volvo Cars baru saja menyelenggarakan jajak pendapat bertajuk “Future of Driving” dengan melibatkan 10.000 responden dari seluruh dunia. Jajak pendapat itu ingin mengetahui lebih banyak apa yang di inginkan para calon pembeli mobil otonom/swakemudi dan apa yang mereka inginkan jika menggunakan mobil itu. Ternyata, 92% responden masih menginginkan adanya kemudi. Karena menurut responden, sangat penting pengemudi bisa mengambil alih kendali setiap saat, kapan saja.

 

“Saat ini, kebutuhan itu dipenuhi dengan hadirnya kemudi. Jadi selanjuta, kemudi tetap penting untuk memenuhi kebutuhan itu,” kata General manager of the Volvo Monitoring and Concept Center Anders Tylman-Mikiewicz.

 

Survei tentang mobil otonom itu juga mengungkapkan bahwa konsumen tetap menuntut pabrikan bertanggungjawab jika terjadi kecelakan. Jumlah responden yang memilih opsi ini mencapai 81 persen. Soal kemampuan mengemudi, 90 persen merasa mobil otonom bisa lulus ujian mengemudi untuk manusia. Atau dengan kata lain, kemampuan teknologi swakemudi ini setara dengan kemampuan manusia. Soal kenikmatan berkendara, 88 persen responden menuntut mobil tetap menghargai kesenangan pengemudi untuk menikmati saat-saat menyenangkan dibalik kemudi. Sementara 78 persen sepakat teknologi bisa membuat waktu yang dihabiska diperjalanan lebih berdaya guna dan berharga.

 

Hasil survey ini sekaligus menampar wajah Google yang memiliki visi untuk menghapuskan sama sekali keberadaan kemudi pada mobil-mobil otonom/swakemudi-nya kelak. Langkah yang kemudian ditentang pemerintah USA pada pertengahan 2015.

 

Kapan mobil jenis ini siap untuk dipasarkan? Jawabnya bervariasi. Elon Musk CEO Tesla Motor, yakin dalam dua tahun kedepan pasar sudah siap menerima mobil jenis ini. Google termasuk kelompok ini. Sementara pabrikan mobil konvensional memilih pendekatan yang lebih berhati-hati. Mereka memperkirakan mobil jenis ini baru siap diterima pada decade mendatang. Sementara itu, elemen-elemen dari teknologi swakemudi mulai ditawarkan di mobil-mobil produksi massal seperti self-parking dan adaptive cruise control.

 

Volvo misalnya, mulai menawarkan teknologi otonom di SUV terbarunya 2016 Volvo XC90. Seperti Sensus Connect, Intersection Auto Brake, Run Off Road Protection, dan Pilot Assist. Selanjutnya pada pameran elektronik 2016 Consumer Electronics Show, Volvo mengumumkan bahwa sedan teratasnya, Volvo S90 keluaran tahun 2017 akan dilengkapi generasi terbaru Pilot Assist semi otonom sebagai fitur standar.

 

“Bayangkan jalan tol untuk mobil otonom, dimana setiap mobil terisi orang-orang yang sedang bersantai, menikmati acara televise kegemarannya dengan kualitas gambar high definition atau menyelesaikan pekerjaan kantor,” kata Tylman-Mikiewicz. “Sungguh menyenangkan memikirkan itu semua.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s