Rally Dakar: Kencang Saja Tidak Cukup

 

Stephane-Peterhansel-Dakar-2016-2

Tidak ada yang bisa mengalahkan pengalaman. Apalagi di Rally Dakar. Stephane Peterhansel membuktikan itu. Tahun ini, pria paruh baya ini menggenapi podium utama ke 12 kalinya dalam ajang rally paling ganas sedunia itu sejak debut perdananya tahun 1988. Tahun ini,   dia menjadi bagian dari tim Peugeot dan kemenangannya kali ini menghapus penantian Singa Prancis itu sejak 1990.

Rally Dakar tahun ini dimeriahkan dengan debut Sebastien Loeb, sembilan kali juara World Rally Championship yang juga bergabung dengan team Peugeot. Debut Loeb luarbiasa. Pembalap Prancis berusia 41 tahun ini langsung melesat dan membuat jarak yang cukup aman dengan pereli lain sepanjang pekan pertama balapan ini.

Namun Dewi Fortuna mulai meninggalkannya di pekan kedua. Kesulitan demi kesulitan mulai membuntutinya setelah mengalami kecelakaan beruntun di pekan kedua. Situasinya semakin sulit ketika harus melintasi dunes/bukit pasir. Loeb, yang diperkirakan bakal membuat kejutan, akhirnya finish di urutan ke-sembilan. Carlos Sainz –juga tim Peugeot- yang diperkirakan bakal mengangkat tropi kemenangan untuk Peugeot, justru harus menyerah dan keluar balapan pada hari Rabu, tiga hari sebelum finish, karena spacer antara mesin dan gearbox patah.

Sementara itu, Peterhansel terus melaju dengan konsisten. Meskipun begitu, hingga etape terakhir dari Villa Carlos Paz – Rosario, Peterhansel masih tertinggal sekitar 7,5 menit dari pemimpin sementara Sebastian Loeb.  Namun di ujung balapan, dia berhasil menggunguli semua peserta, termasuk dari juara tahun lalu, Nasser Al-Attiyah yang mengendarai X-Raid Mini. Selesih keduanya 34 menit, 58 detik.

“Tekanan yang saya rasakan untuk meraih kemenangan sangat tinggi. Tapi semuanya berakhir ketika saya menyentuh garis finish di etape terakhir. Kemenangan ini adalah target tertinggiku sepanjang karir di ajang balap Dakar Rally. Bukan hanya karena bisa menyamakan gelar kemenangan di kategori motor (6 kali juara) dan kategori mobil (6 kali juara), juga memberikan bayaran yang besar bagi tim Peugeot atas hasil kerja keras mereka selama dua tahun terakhir,” bangga Peterhansel.

Dan Rally Dakar 2016 kembali menegaskan ujaran lama bahwa kecepatan bukan segalanya di Dakar Rally.

 

Klasemen akhir Dakar Rally 2016:

1 Stéphane Peterhansel (F)/Jean-Paul Cottret (F) Peugeot 45h22min10sec

2 Nasser Al-Attiyah (QAT)/Mathieu Baumel (F) Mini +34min58sec

3 Giniel de Villiers (ZAF)/Dirk von Zitzewitz (D) Toyota +1h02min47sec

4 Mikko Hirvonen (FIN)/Michel Perin (F) Mini +1h05min18sec

5 Leeroy Poulter (ZAF)/Robert Howie (ZAF) Toyota +1h30min43sec

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s