Ode Untuk Sang Trendsetter

Fiesta.jpegSungguh sedih ketika kawan baik pergi.

Hari ini Ford Motor Indonesia mengumumkan akan menarik diri dari Indonesia. Mulai paruh kedua tahun ini mereka tidak lagi berbisnis di sini. Keputusan yang mengejutkan. Yang sekali lagi menunjukkan persaingan industri otomotif negeri ini tidak main-main.

Sejatinya penjualan Ford tidak buruk-buruk amat. Data Gaikindo 2005 – 2015 penjualan FMI tidak jauh dari kelompok elit sepuluh besar. Bahkan antara 2006 -20011 masuk dalam urutan sembilan besar di Indonesia. Puncak penjualannya dicapai tahun 2011 dengan rekor 15,670 unit. Tahun 2015 kemarin, posisinya di urutan 11.

Ford memang gagal menjual lebih banyak mobil di Indonesia. Industri otomotif di sini memang tidak memberi ruang bagi pabrikan non Jepang. Apalagi yang tidak memiliki pabrik perakitan sendiri seperti Ford. Namun catatan peting yang ditinggalkan Ford di Indonesia adalah perannya sebagai sebagai trendsetter di industri ini.

Ford yang pertama membangun dealer dengan standar global. Dealernya diberi nama SuperStore. Yang pertama diresmikan 22 Maret 2002, bekerjasama dengan P.T. Selaras Nusa Abadi.  Terletak di jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan dan kerena itu disebut Ford Jaksel. Membangun dealer dengan standar global kemudian jadi menu wajib merek-merek otomotif di sini.

Salah satu model yang pertamakali dibawa masuk ke Indonesia adalah Ford Ranger. Dan kuda beban ini didandani layaknya kuda equestrian. Gagah, tampan dan berkelas. Ford mengubah pickup menjadi kendaraan urban yang kemudian di ikuti pabrikan lain.

Selanjutnya, Ford membawa teknologi Eropa dengan harga mobil Jepang. New Ford Focus 5D.20L TDCi AT Sport yang diperkenalkan 28 Maret 2009 menawarkan kombinasi mesin turbodiesel common rail dengan transmisi dual clutch seharga Rp 329 juta. Pada era itu, transmisi dualclutch hanya ada di mobil-mobil papan atas Jerman yang harganya diatas Rp 500 juta.

Ketika Ford sudah yakin brand awereness cukup kuat, mereka bersiap-siap masuk ke pasar gemuk compact hatchback yang sudah dipenuhi nama-nama tenar asal Jepang. Bertahun-tahun kelas ini didominasi Honda Jazz lewat jurus andalan efisiensi bahan bakar, nyaman dikendarai, interior lapang dan style yang menarik. Para pesaingnya sulit untuk menyaingi Jazz di arena ini. Ford Fiesta yang datang belakangan (2010), cukup jeli membaca apa yang belum dioptimalkan Honda Jazz. Ford menawarkan paket teknologi konektiviti Ford Sync. Tawaran ini datang disaat yang tepat, ketika jaman menuntut setiap orang selalu terkoneksi dengan dunia luar. Ditambah lagi dengan suguhan mesin berteknologi canggih termasuk transmisi dualclutch yang tidak dimiliki rival dari Jepang. Ford Fiesta berhasil menarik perhatian konsumen. Sekaligus membangun tren baru di khazanah fitur mobil di Indonesia yang tidak melulu soal efisiensi dan tenaga mesin.

Sukses Fiesta membuka jalan bagi Ecosport. Crossover berukuran ringkas ini membawa era downsizing ke Indonesia. Yaitu mesin-mesin berkapasitas kecil tapi tenaga besar lewat mesin Ecoboost 1.0 liter. Mesin yang dipakai di Ecosport ini mampu memproduksi daya 125 ps/6000 rpm dan torsi 170Nm pada rentang yang lebar yaitu 1400-4500 rpm. Angka-angka itu menunjukkan mesin ini bekerja dengan konsumsi bahan bakar setara mesin satu liter tapi menghasilkan tenaga setara mesin 1.5 liter. Ini tren baru yang dibawah Ford dan belum banyak ditawarkan pabrikan Jepang yang mendominasi Indonesia saat ini.

Selamat jalan kawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s