Teknologi InfraMerah Ikut Jejak GPS?

camera_10_15_14_9_28_am_jpg.jpg

Thermal imaging meraih popularitasnya di dunia militer. Dengan teropong khusus yang menerapkan teknologi ini, para prajurit bisa melihat di kegelapan malam. Teknologi ini juga dipakai di mobil-mobil papan atas yang membantu pengemudi melihat lebih jauh di malam hari.

Saat ini teknologi thermal imaging masih mahal. Namun seperti juga teknologi GPS (global positioning system) teknologi yang memanfaatkan gelombang infra merah ini mulai merambah ke banyak area, mulai dari otomotif hingga kebun binatang.

Ekspansi teknologi ini dipicu harga chips dan thermal detector terus turun. Kedua komponen inilah yang mengukur jejak panas inframerah yang kemudian diolah dan dipresentasikan kepada pengguna.

Dengan harga yang makin menarik, potensi aplikasinya sangat luas. Misalnya bisa mengetahui panjang antrian di supermarket tanpa mengandalkan video. Bisa mengetahui lokasi kerumunan orang paling banyak di hall atau stadion sehingga layanan audio bisa dioptimalkan di area tersebut. Sensor-sensor yang dipasang di pagar kapal pesiar bisa mendeteksi penumpang yang jatuh bahkan sebelum korban menyentuh permukaan air. Ponsel yang dilengkapi sensor ini bisa digunakan untuk memeriksa efisiensi thermal sebuah ruang atau melihat binatang dikegelapan malam saat camping bersama keluarga. Petugas paramedis yang mencari korban bencana/kecelakaan yang tertutup puing ataupun semak belukar bisa terbantu dengan teknologi ini.

flirWEB.jpg

Infrared thermografi juga dipakai di kebun binatang untuk mendianosa kesehatan binatang. Bahkan saat ini ada penelitian di kebun binatang Detroit untuk menggunakan sinar infra merah sebaga alat untuk mendeksi kondisi psikologis binatang.

Masih banyak lagi potensi yang bisa digali dalam penggunaan teknologi thermografi ini seperti dikatakan Tim LeBeau dari Seek Thermal. Seek Thermal memproduksi asesori kamera infra merah untuk ponsel Android maupun iOS. Mereka juga membuat perangkat bernama Reveal yang bentuknya seperti ponsel jadul untuk melihat mendeteksi objek lewat inframerah. Seek Thermal juga telah menyiapkan prototype sensor baru yang harganya US$300 atau sepersepuluh harga chip lama yang mencapai US$3000.

Chip yang lebih murah itu kebanyakan dari tipe uncooled atau masih menyerap panas dari sekitarnya. Karena menyerap panas dari sekitarnya, sensornya kurang sensitif. Meskipun begitu, sensor uncooled ini masih memadai untuk penggunaan yang non-spesifik kata Dr Gabe Fulop, pakar thermal imaging yang selama 25 tahun terakhir menekuni bidang ini.

Dan uncooled sensor ini yang diyakini bakal mendorong pasar dengan kuat. “Pasar uncooled diseluruh dunia saat ini nilainya mencapai US$ 2 miliar. Diperkirakan dalam lima tahun kedepan nilainya sudah meningkat dua kali lipat,” kata Fulop. Jumlah gadget yang dilengkapi sensor panas diperkirakan akan naik dari 500.000 sekarang ini menjadi tiga juta unit.

Namun teknologi panas ini punya batasan. Salah satu kekurangannya, mereka tidak bisa menangkap jejak panas yang ada dibalik kaca, pintu atau dinding.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s