Speedometer Super Canggih

3D_cluster_graphic2.jpg

Kisah speedometer hampir sama tuanya dengan sejarah mobil. Pertamakali dipatenkan oleh Otto Schulze pada 7 Oktober 1902. Prinsip dasarnya masih dipakai hingga kini.

Selama seratus tahun speedometer terus berkembang. Sejumlah teknologi canggih dijamannya pernah mampir diperangkat ini. Seperti teknologi digital LCD pertamakali dipakai 1986 dan speedometer elektronik pertama tahun 1993. Di era 2000-an, ada beberapa produsen mobil papan atas yang menawarkan head-up display (informasi kecepatan dipancarkan ke kaca mobil sehingga pengemudi tidak perlu menunduk untuk melihat speedometer). Bersamaan dengan itu, penggunaan teknologi grafis komputer mulai ditawarkan di mobil-mobil papan atas.

Mobil yang kompleks menyebabkan lebih banyak informasi yang harus disampaikan kepada pengemudi. Para desainer mobil mendapat tantangan yang belum pernah diterima pendahulunya. Yaitu bagaimana agar pengemudi tidak kebanjiran informasi yang menyebabkan konsentrasinya terganggu.

Salah satunya adalah mengembangkan teknologi grafis yang menyederhanakan interaksi manusia dan mesin. Dibayangkan, kelak speedometer tidak berbeda dengan layar display seperti yang dipakai komputer atau gadget. Yang akan menampilkan beragam informasi grafis yang mudah dipahami.

Salah satu pionir di teknologi ini adalah Delphi Automotive.   Tahun ini mereka membawa teknologi baru yang sangat menarik, yaitu teknologi instrument cluster tiga dimensi. Delphi menyebutnya “multi-layered graphics”. Untuk kepentingan pameran, speedometer ini dipasang di kokpit mobil Ford Mustang GT concept dan akan ditampilkan di pameran elektronik terbesar dunia, Consumer Electronics Show di Las Vegas, Januari 2016.

Meskipun Delphi termasuk vendor otomotif terbesar didunia, namun ide dasar tentang teknologi multi-layered graphics justru datang dari perusahaan perangkat lunak Selandia Baru, PureDepth. Delphi menggandeng perusahaan itu untuk membawa teknologi itu ke mobil.

3D_cluster_graphic.jpg

“Industri games, bahkan industry film di Hollywood yang menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi grafis sudah menunjukkan pencapaiannya. Kami ingin ada teknologi multidimensi seperti itu di dalam mobil,” kata Glen DeVos, Delphi vice president of advanced engineering mengungkapkan alasannya mendekati PureDepth.

Demo prototype dilakukan Maret 2014. Delphi tidak puas, karena ukurannya terlalu besar untuk panel instrumen yang dipasang dibalik kemudi.   Jadi sepanjang tahun lalu PureDepth dan Delphi bekerja keras untuk mengkerdilkan ukuran layar hingga 12 inch dan pada saat yang sama meningkatkan tampilan visual.   Hasilnya memuaskan.

“Ketajaman grafis meningkat 50%. Sudah seperti HDTV,” kata DeVos bangga. “Sekali anda melihatnya, anda tidak ingin kembali ke speedomer lama,” pujinya. Display itu mengkombinasikan teknologi perangkat lunak, optikal dan imaging. Hasilnya teks yang lebih tajam, grafis yang lebih tegas dan efek tiga dimensi yang lebih hidup.

Meskipun dipasang di Ford Mustang GT, ternyata Ford belum berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi ini. Namun Delphi tampaknya sudah mendapat sinyal ketertarikan dari dua konsumen, meskipun tidak disebutkan identitasnya. Mudah-mudahan setelah pameran di CES itu, Delphi bersedia mengabarkan pada kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s