Tenggelam di Ruang Angkasa

 

ed white

Astronot Ed White keluar dari pesawat Gemini IV selama 36 menit

 

Sineas Hollywood punya dongengan baru yang menarik tentang astronot yang melakukan aktifitas diluar pesawat ruang angkasa/spacewalk. Di bumbui adegan dramatis seperti terlepas dari tali pengait atau terhempas tanpa daya dan hanyut ke dalam kegelapan abadi. Adegan-adegan seperti itu menjadi bagian penting dari film-film luar angkasa Hollywood masa kini seperti The Martian atau Gravity. Bahkan sudah dieksploitasi di film Armagedon (1998)

Sebenarnya kegiatan astronot keluar dari pesawat sudah dilakukan sejak 50 tahun lalu. Orang yang pertama keluar dari pesawat adalah Kosmonot Soviet,   Alexey Leonov, 18 Maret 1965. Selama 12 menit dia melayang tanpa gravitasi luar pesawat ruang angkasa Voskhod 2. Meskipun singkat, hampir saja dia mengalami bencana.

Rupanya para insinyur yang merancang pesawat ruang angkasa itu alpa atau tidak menyadari bahwa pakaian ruang angkasa Leonov akan menggembung dalam kondisi tanpa tekanan. Jadi saat Leonov akan kembali masuk pesawat, pintunya terlalu sempit untuk ukuran baju luar angkasa yang mengembang itu. Akhirnya, dia membuka salah satu katup untuk melakukan dekompresi agar pakaian luar angkasa bisa mengecil dan dia bisa menyusup masuk.

Tiga bulan kemudian, tepatnya 3 Juni 1965 giliran Astronot Amerika Serikat yang mencatat sejarah keluar dari pesawat. Astronot Ed White mungkin saat itu tidak tahu kesulitan yang sebelumnya menyusahkan Leonov. Namun apa yang dialaminya bisa jadi lebih parah.

Sejak sebelum keluar dia sudah menyadari pintu kapsul ruang angkasa Gemini IV yang ditumpanginya bermasalah. Ada per yang rusak sehingga pintu sulit dibuka dan ditutup. Jadi saat dia kembali masuk setelah 36 menit diluar, dia sempat merasa bakal tidak bisa menutup pintu dengan benar. Jika itu yang terjadi, Gemini IV tidak akan bisa kembali ke bumi.

Pekan ini, astronot Amerika Scott Kelly dan Kjell Lindgren menghabiskan waktu sampai tujuh jam mengemuki lengan robot, memasang kabel dan pekerjaan perawatan lainnya diluar stasiun ruang angkasa ISS (International Space Ship).

Spacewalk adalah aktifitas keluar pesawat biasanya bertujuan untuk perbaikan dan perawatan peralatan stasiun ruang angkasa.  Sejak Leonov membuka pintu palka untuk keluar, pengetahuan manusia untuk spacewalk terus berkembang dan faktor keselamatan selalu jadi prioritas. Semua hal diperhatikan hingga detail. Namun apa yang telah direncanakan, kadang meleset. BBC mengkompilasi beberapa perisitiwa yang mengancam nyawa para astronot saat melakukan spacewalk.

  1. Tenggelam

Ya, benar tenggelam. Tenggelam di angkasa memang pernah terjadi. Dialami astronot Italia, Luca Parmitano tahun 2013. Gara-gara ada kerusakan di sistem ventilasinya, air yang tidak bisa mengalir karena gravitasi nol, menggenangi helm menutup mata, hidung dan telinga. Kondisi itu terjadi saat berada diluar pesawat. Khawatir situasi tidak terkendali, dia memutuskan kembali ke stasiun ruang angkasa ISS.

_86672918_86672917

Lobang kecil di sarung tangan Luca Parmitano

Karena air yang menggenang dia tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar dan tidak berkomunikasi. “Saya tidak bisa bernafas, saya merasa terisolasi dan ketika mencoba untuk mengabari pusat kontrol kalau mendapat kesulitan, mereka tidak bisa mendengar dan saya juga tidak mendengar apa yang mereka sampaikan,” kenangnya. “Daripada saya terus memikirkan masalah ini, dimana saya bisa tenggelam sesaat lagi, saya mulai mencari solusi.”

Perlahan-lahan dia mulai meraba jalan kembali ke airlock, dan akhirnya di selamatkan. Diduga dia tanpa sadar menyentuh salah satu bagian tajam dari ISS sehingga membuat robekan kecil pada sarung tangannya.

Tapi bukan cuma dia saja yang pernah bermasalah dengan pakaian astronotnya. Tahun 2001, astronot Canada Chris Hadfield merasa mata kiri perih dan dipenuhi air. Airmatanya bukan mengalir tapi membentuk gelembung yang kemudian ikut menutup mata kanannya juga. Dia buta. Dan itu terjadi di angkasa lepas, diluar pesawat. Sambil memegang bor.

Dia menduga matanya pedas dan perih gara-gara ada gas kimia yang bocor dalam pakaian ruang angkasa yang dipakainya. Stasiun control di bumi menyarankan dia melepas udara untuk mengeluarkan gas kontaminan. Perintah itu bertentangan dengan naluri untuk bertahan hidup di luar angkasa, dimana oksigen hanya ada di dalam pakaiannya saja. Tapi dia menuruti perintah itu dan memang rasa pedas di mata berkurang. Ketika perihnya berkurang, dia stop membuang oksigen dan menyelesaikan tugasnya di luar pesawat.

  1. Hanyut

Meskipun belum pernah ada astronot yang terlepas dan melayang-layang di luar angkasa, namun hal itu menjadi ketakutan paling besar bagi astronot Hadfield. Melebihi ketakutan jika roket meledak saat berangkat atau terbakar saat kembali masuk atmosfir.

Astronot yang melakukan spacewalk selalu dalam posisi terikat ke ISS dengan tali baja sepanjang 26 meter. Biasanya mereka bekerja dalam tim yang terdiri dari dua orang. Ketika masih berada dalam airlock (ruang yang memisahkan bagian dalam stasiun ruang angkasa dengan angkasa luar), mereka saling menambatkan diri. Setiap astronot masih memilik talin lain yang terikat pada pengait dalam airlock.

Astronot pertama melepaskan kaitannya pada airlock dan bergerak keluar. Saat diluar, mengikatkan tali tubuhnya ke pengait diluar ISS . setelah posisinya aman, astronot kedua melepaskan diri dari tambatan di dalam airlock dan bergerak keluar dibantu astronot pertama. Saat itulah keduanya terikat pada pengait diluar stasiun. Dengan metode mirip pendaki tebing ini, ini resiko terlepas menjadi kecil. Tapi kalau terlepas bagaimana?

“Kami memakai jetpack, dan dengan menekan tuas, joystick akan muncul didepan mu. Dengan mengotrol lewat joystick, kamu bisa menerbangkan jetpack dan bergerak kembali ke stasiun ruang angkasa, “ terang Hadifield. Jika anda menonton film Gravity anda punya gambaran tentang kerja jetpack ini.

601259main_jetpack_full.jpg

Astronot Amerika Serikat, Bruce McCandless  tahun 1984 melayang dengan jetpack dan menjauh hingga 97,5 meter dari pesawat .

Jetpack belum ada ketika Pete Conrad dan Joe Kerwin mengangkasa tahun 1973. Saat itu mereka berdua bekerja mempersiapkan panel sel surya di luar stasiun angkasa Skylab. Tanpa disadari mereka berada di tempat yang salah. Ketika panel mengembang sempurna, mereka terlempar. Untungnya tambang pengikat menahan merekan dan berhasil kembali ke dalam Skylab.

3.Dekompresi

Selain oksigen, absennya tekanan udara juga jadi masalah besar. Pada kondisi nyaris tanpa tekanan, daging manusia bisa mengembang hingga dua kali lipat. Cairan tubuh akan menggelembung seperti air mendidih. Dalam kondisi tanpa tekanan, manusia hanya bisa bertahan 15 detik saja. Jadi tidak seperti yang digambarkan di film The Martian yang sengaja merobek sarung tangan untuk bisa terbang di ruang angkasa.

Tahun 2007, astronot Amerika, Rick Mastracchio melihat ada lobang kecil dilapisan terluar sarung tangannya dekat jempol kiri. Karena lobang itu, Mastracchio akhirnya kembali ke pesawat sebelum waktunya. Delapan bulan sebelumnya astronot Amerika Serikat, Robert Beamer juga mengalami robek hingga 2 cm di sarung tangannya. Untungnya tidak sampai merusak lapisan penahan tekanan. Dia menyelesaikan program spacewalk sesuai rencana.

Bagian tubuh dari pakaian ruang angka terdiri dari tujuh lapis untuk melindungi astronot dari micrometeorid. Partikel batu super kecil yang beratnya kurang dari 1 g itu melesat hingga kecepatan 36.200km/jam. Cukup kuat untuk merobek daging. Namun NASA belum memiliki teknologi untuk melindungi astronotnya dari benda yang berukuran lebih besar.

NASA_Reuters.jpg

Astonot bekerja di luar ISS

 

“Astronot itu menempatkan rasa khawatir di depan. Kami mencari dan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memeriksa setiap detail yang mungkin bisa jadi masalah, sehingga saat harinya benar-benar tiba, kami tidak dilumpuhkan rasa takut,” tutup Hadfield.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s