Ekspor Vios Naik 200%

Ekspor-Toyota-TMMIN-12.jpg

Ekspor Toyota Vios meningkat dua kali lipat sepanjang tahun ini. Tahun lalu sekitar 24.000 unit dikirim ke negara-negara Asean hingga Timur Tengah. Tahun ini dalam periode Januari-November angkanya mencapai 48.000 unit.

Sejak ekspor perdananya di tahun 2013 hingga kini, tercatat lebih dari 75.500 unit Vios telah diekspor ke mancanegara. Model ini juga sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai sedan buatan Indonesia yang pertama kali diekspor dalam jumlah yang signifikan. Setiap bulan rata-rata 3500 unit dikirim ke luar negeri.

Selain Vios, Toyota Fortuner juga jadi model yang banyak di ekspor. Dalam sebelas bulan pertama tahun ini sudah 42.000 unit yang dikapalkan ke negara-negara di Asia, Africa,  Amerika Selatan,dan Timur Tengah.

Total ekspor  PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam bentuk utuh (Completely Built-up Unit/CBU)  tahun ini sudah menembus angka 169.000 unit. Lebih besar total volume ekspor tahun 2014 (Januari-Desember) yang berjumlah 160.000 unit. Secara keseluruhan performa ekspor ini telah mencapai 97% dari target yang ditetapkan Toyota di awal tahun yang berjumlah 175.000 unit.

“Dengan segala dukungan dari seluruh rantai pasok Toyota di Indonesia, kami optimis bahwa target penjualan ekspor tahun 2015 akan dapat tercapai dengan baik. Di sisa 1 bulan terakhir, kami berharap selisih 6.000 unit CBU dapat dikejar sesuai dengan yang direncanakan,” kata I Made Dana Tangkas, Direktur Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN dalam rilisnya di sepekan sebelum Natal.
Selain Vios dan Fortuner,  pencapaian ekspor ini disumbangkan oleh 14.000 unit Kijang Innova, serta 65.000 unit model ekspor lainnya yaitu Yaris, Avanza, Rush, Agya, dan Town Lite/Town Ace.

Produk ekspor Toyota Indonesia lainnya adalah kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) yang sepanjang tahun 2015 ini telah mencapai 40.500 unit, mesin bensin tipe TR sebanyak 44.000 unit, mesin bio-etanol 7.000 unit, dan komponen kendaraan sejumlah lebih dari 53 juta buah. Toyota Indonesia juga mengekspor alat-alat bantu produksi kendaraan seperti die atau alat produksi dalam proses pengepresan serta jig atau alat bantu dalam proses pengelasan

Ekspor Toyota Indonesia meningkat signifikan semenjak dimulainya proyek IMV (Innovative International Multi-purpose Vehicle) di tahun 2004. Kinerja ekspor di awal proyek ini menorehkan angka sekitar 7.000 unit per tahun. Seiring dengan perkembangan permintaan pasar internasional akan produk berkualitas global buatan anak bangsa, dalam jangka waktu 10 tahun kinerja ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota meningkat hingga 2.200% menjadi 160.000 unit di tahun 2014.

Selain Toyota, Honda, Daihatsu dan Suzuki juga melakukan ekspor ke negara-negara Asia. Secara nasional, total ekspor otomotif Indonesia tahun ini  menunjukkan pertumbuhan. Menurut data Badan Pusat Statistik,  nilai  ekspor kendaraan dan bagian-bagiannya selama Januari – November 2015 meningkat 6.63% menjadi USD 5,06 miliar. Sementara nilai ekspor pada periode yang sama tahun lalu mencapai USD 4,75 miliar

Peningkatan ekspor otomotif ini tidak lepas dari peningkatan ekspor sepeda motor. Pada periode Januari  – November, total ekspor roda dua mencapai 206.142 unit.  Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), ekspor itu melonjak drastis dari tahun lalu yang tercatat hanya 36.873 unit sedangkan pada 2013 angkanya hanya 26.010 pada periode yang sama.

Otomotif kini berada di peringkat empat pemasok ekspor nonmigas nasional, setelah lemak dan minyak nabati, mesin, dan perhiasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s