Teknik Baru Mengelas Aluminium

welding

Penggunaan Aluminium semakin intensif di industri otomotif. Karena bobotnya yang ringan, logam non korosif ini menjadi pilihan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar mobil. Disisi lain, menyambung aluminium dengan baja sebagai komponen utama struktur kerangka mobil tidaklah mudah. Teknik pengelasan aluminium dengan baja yang ada sekarang bisa melemahkan kekuatan aluminium.

Teknik yang disebut spot resistant welding bekerja dengan mengalirkan arus listrik melewati lembaran-lembaran logam dengan memanfaatkan tahanan listrik alami di tiap-tiap logam itu. Hal itu memicu panas yang tinggi yang melelehkan logam-logam itu sehingga keduanya menempel.   Proses ini menyerap banyak energy dan logam yang meleleh itu juga mengurangi kekuatan logam dibandingkan sebelum di las.

Ohio State University berhasil menemukan teknik baru untuk mengelas baja dan aluminium. Teknik yang ditemukan setelah riset selama 10 tahun ini juga 50 persen lebih kuat. Prosesnya juga lebih hemat energi.

Yang dilakukan tim Ohio State adalah menciptakan metode baru yang disebut vaporized foil actuator (VFA) menggunakan lompatan pulsa listrik tegangan tinggi (yang banyaknya bisa jutaan kali tiap detik) menembus aluminium foil dan membakar gas panas yang bergerak dengan kecepatan ribuan kilometer per jam untuk mengikat atom logam yang satu dengan atom logam yang lain. Karena kedua logam itu tidakmeleleh, maka kekuatannya tidak berkurang justru hasilnya semakin kuat.

Karena energy yang diperlukan untuk menguapkan gas lebih sedikit daripada melelehkan logam, maka total energi yang diperlukan lebih hemat. Dengan metode ini, tim Ohio State  University berhasil mengelas beragam kombinasi logam berbeda seperti tembaga, aluminium, magnesium, besi, nikel dan titanium

“Dengan metode kami justru semakin kuat,” terang Glenn Daehn, profeser material di Ohio State University yang terlibat dalam proses pengembangan teknik baru ini.

Sebelumnya, Honda sudah menciptakan teknik yang disebut friction stir welding (FSW) tahun 2012.   FSW menggunakan panas, friksi dan tekanan sehingga elemen ketiga meleleh dan mengikat dua logam, aluminium dan baja. Teknik ini juga lebih irit energy dan hasilnya lbih kuat dibandingkan teknik tradisional. Metode yang mirip juga dipakai Lincoln, Mazda dan Audi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s