Sukses Chevy Bolt Ada di Teknologi LG

chevrolet_bolt

General Motors memperkuat kerjasamanya dengan raksasa elektronik Korea LG Corp untuk memproduksi Chevrolet Bolt.   Karena produsen otomotif Amerika Serikat ini sangat tergantung pada dukungan LG Corp. untuk mencapai tujuannya yaitu menjadikan Bolt sebagai kendaraan yang bisa dihandalkan, bandel dengan baterai yang mampu menampuh listrik untuk menempuh 360 km setiap kali isi ulang.


Sebagai produsen baterai Lithium Ion terbesar ketiga didunia, LG Chem mendapat tugas memasok baterai, motor listrik penggerak mobil, modul power inverter, on-board charging equipment, perangkat pembagi tenaga, kompresor climate control, pemanas baterai, hingga kompoenne infotainment. Sisanya mulai dari system suspensi hingga body tetap dari GM.

LG menginvestasikan lebih dari USD 250 juta untuk fasilitas engineering dan manufacturing di Korea guna mendukung pengembangan Chevrorelt Bolt. Komponen-komponen itu akan dikirim ke pabrik GM di Orion Township yang akan memproduksi Bolt mulai ahir tahun 2016.

LG Chem berhasil mereduksi harga baterai Lithium Ion secara signifikan. Dibandingkan dengan baterai yang dipakai di generasi pertama Chevrolet Volt (2010), sel baterai baru lebih tebal dan mampu menyimpan energy lebih banyak. Karena itu, kapasitas batarai pack bisa ditingkatkan. Pada generasi terbaru Volt, naik dari 16.4 kWH menjadi 18,4 kWh. Pada saat yang sama, jumlah sel yang dipakai berkurang dari 288 unit jadi 192. Penguranan sel dibarengi dengan jumlah komponen-komponen lain dalam battery pack. Walhasil, ongkos produksi ikut turun.

bolt-battery

Teknologi inilah yang nanti akan dipakai di Bolt electric. Dan menurut GM executive vice-president Mark Reuss kepada Forbes, LG Chem terus berusaha memangkas ongkos produksi. Tahun depan targetnya USD 145 per kWh dan pada 2020 harus bisa USD 100 per kWh. Dengan harga baterai semakin murah dan efisiensi di sector lain, ongkos produksi Chevy Bolt diperkirakan maksimal USD300 per kWh. Angka itu jauh dibawah rata-rata industry yang diproyeksikan Navigant Research in its Advanced Energy Storage for Automotive report pada level USD 424 per kWh.

Saat ini pemimpin di segmen mobil listrik jelas Nissan Leaf yang menggunakan baterai buatan perusahaan patungan Nissan – NEC. Meskipun begitu, CEO Nissan Carlos Ghosn mengakui saat ini produsen baterai terbaik adalah LG Chem. Konon, Nissan akan mengganti baterai buatannya dengan buatan LG Chem pada Nissan Leaf generasi kedua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s