Air dan Api

Menyatukan air dan api di mesin bisa mendatangkan masalah. BMW justru menggabungkannya untuk mendongkrak tenaga mesin. Penasaran?

water-injection-bmw

Air dan api harus hadir di mesin mobil. Api menghidupkan. Air mendinginkan. Keduanya tidak boleh bertemu di satu tempat. Api di ruang bakar, air mengalir di pembuluh di dinding silinder. Jika bertemu, pemilik mobil akan pusing tujuh keliling.

Sesuatu yang dulunya dianggap kontradiktif, justru disatukan oleh BMW. Air dan api bisa bertemu di ruang bakar berkat teknologi terbaru BMW, Direct Water Injection.

Prinsip kerjanya; air dialirkan ke filter lalu ke pompa bahan bakar bertekanan tinggi. Disini air dan bahan bakar dicampur. Sensor yang memonitor kecepatan dan suhu mesin akan menentukan takaran air yang pas untuk disemprotkan sesuai dengan kondisi mesin saat itu. Larutan air dan bahan bakar itu disemprotkan langsung ke dalam ruang bakar pada saat yang paling tepat. Semprotan butir-butir air yang sangat halus itu mendinginkan ruang bakar. Suhu pembakaran bisa dikurangi sebanyak 25 derajad Celcius dan mengurangi gejala knocking.

Karena bisa meredam gejala knocking, BMW bisa mengejar rasio kompresi mesin yang lebih tinggi. Karena rasio yang lebih tinggi bisa memproduksi tenaga lebih besar dan konsumsi bahan bakar lebih irit. Untuk penggunaan harian BMW mengklaim 3 – 8 persen lebih efisien.

BMW menerapkan teknologi ini di mesin tiga silinder 1.5 liter B38 yang dipakai Seri 1. Rasio kompresi mesin menjadi 11:1, jauh lebih besar dari sebelumnya, 9.5:1. Teknologi Direct Water Injection juga ikut membantu menghasilkan tenaga hingga 218 hp.

Water_Injection_Schematic_Design

Air yang diperlukan untuk menyemprot ruang bakar disimpan di tempat penyimpanan berkapasitas 5 liter. Dengan tambahan reservoir baru ini tidak berarti ada satu item lagi yang harus dicek rutin pemilik mobil. BMW mengklaim, pemilik nyaris tidak perlu mengecek ketinggian air untuk Direct Water Injection System.

Pada bulan-bulan panas, saat AC sering dipakai, sistem memanfaatkan air sisa kondensasi untuk mengisi reservoir. Jadi pada musim panas, reservoir hampir pasti terisi penuh.

Sebaliknya pada musim dingin, kebutuhan air untuk menyemprot air tidak terlalu banyak karena suhu yang dingin membantu mesin tetap adem. Menurut BMW, lima liter air cukup untuk setahun.

Dan dalam beberapa tahun kedepan, teknologi ini akan digunakan mobil produksi massal BMW. Saat ini teknologi itu dipamerkan di BMW M4 GTS yang baru saja diperkenalkan di Pebble Beach Concours D’elegance.

BMW bukan yang pertama menggunakan teknologi yang ide dasarnya sudah muncul satu abad lalu. Menurut Foxnews, mobil buatan Amerika Serikat, Oldsmobile Jetfire keluaran tahun 1962 menggunakan Turbo Rocket Fuel, kombinasi air-alkohol dan anti karat. Model lain yang menerapkan teknologi semprotan air ini adalah Saab 99 Turbo S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s