Ini Biang Masalah Takata

Karena Takata sendiri tidak tahu berapa banyak inflator yang bermasalah dan kemana saja.

airbag takata

Perhatikan betapa compang-campingnya airbag gara-gara ledakan yang berlebihan@autobeatinsider.com

Apa masalah yang menyebabkan airbag Takata berpotensi jadi pembunuh? Penyelidikan yang dilakukan mengungkapkan banyak kandidat tertuduh.

1. Amonium Nitrate, Senyawa kimia penghasil gas (propelan) yang digunakan. Senyawa ini tergolong non azide. Takata menjadi pionir untuk penggunaan non azide, yang menggantikan material sodium azide (NaN3) yang beracun. Untuk menghasilkan semburan gas, senyawa non-azide melakukan reaksi kimia dengan ammonium nitrate, senyawa yang banyak dipakai untuk membuat pupuk. Problemnya ammonium nitrate menjadi tidak stabil pada iklim lembab dan mengalami degradasi. Akibatnya ledakannya yang terpicu menjadi tidak terkontrol bahkan fatal. Inflator/canister bisa rusak dan potongan logamnya terlontar mengarah penumpang. Takata menggunakan ammonium nitrate karena tidak beracun dan hanya butuh sedikit untuk menghasilkan ledakan yang dibutuhkan. Dengan demikian canister penyimpan propelan jadi berukuran kompak. Ukuran kompak ini disukai para produsen mobil. Senyawa ammonium nitrat juga menghasilkan lebih banyak gas karena proses reaksinya lebih efisien daripada senyawa lainnya.

2. Kelembababan. Kepada NHTSA Takata mengaku gagal menyiapkan sistem untuk menyimpan senyawa itu agar terhindar dari lembab. Karena terpapar lembab, memicu wafer pecah berkeping-keping beberapa tahun kemudian. Jika wafer pecah, maka saat terjadi benturan akan akan terbakar terlalu cepat, menciptakan ledakan yang tekanannya terlalu besar. Akibatnya, bisa saja ada komonen logam inflator yang terlontar.

3. Kesalahan produksi. Dalam beberapa kasus wafer itu memang kurang kuat ikatannya. Penyelidikan lain juga menemukan beberapa inflator hanya di isi enam wafer dan bukan tujuh sebagaimana tuntutan spek-nya. Semua wafer yang bermasalah itu dibuat antara 2000 – 2002 saat pabrik-pabrik Takata di Amerika Serikat (Moses Lake, Wash) dan Mexico (Monclova) mendapat tekanan dari para konsumennya untuk meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan inflator non azide yang terus meningkat saat itu.

4. Problem lain adalah masalah pada kontrol kualitas. Peralatan di pabrik dirancang untuk secara otomatis menolak wafer yang bermasalah. Namun sisitem ini bisa di matikan saat mesin produksi menjalani tune up. Menurut Takata, karena human error sistem kontrol itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun tidak ada catatan kapan itu terjadi jadi dan wafer mana yang lolos.

5. Problem lain yang dicatat insinyur Takata adalah inflator yang tidak dilas dengan benar atau di sealed karena kesalahan pekerja di pabrik. Atau inflator menggunakan jenis baja yang salah seperti dilaporkan laman Reuters. Penemuan-penemuan itu mendorong Takata untuk memperketat proses kontrol mutu. Pada 2002, pabrik mencatat ada 60 -80 cacat produk setiap satu juta inflator yang dikirim ke konsumennya atau enam hingga delapan kali ebih tinggi dari batas yang ditetapkan. Antara 2001 dan 2003 Takata berjuang dengan sedikitnya 45 masalah terkait problem produksi inflator.

Dengan adanya kasus ini, tidak berarti seluruh airbag itu bermasalah. Jika mobil anda termasuk yang di recall, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi inflator tersebut. Karena Takata sendiri tidak tahu berapa banyak inflator yang bermasalah dan kemana saja. (IDR)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s