Rahasia Robot Toyota

Robot-robot di Takaoka bisa meniru dengan presisi kerja para Takumi

Toyota

Produksi mobil di pabrik Toyota

Gerakan tangan Hisao Harada cepat, ritmis dan presisi menyemprotkan cat ke radiator grille Toyota iQ di pabrik Takaoka. Harada bukan pekerja biasa. Pria paruh baya itu seorang Takumi. Sebutan yang hanya diberikan pada orang yang benar-benar ahli dalam satu teknik produksi. Mereka sangat spesialis. Keahlian mereka buah dari bakat, semangat dan keahlian yang diasah oleh puluhan tahun kerja.

Pabrik Takaoka sendiri menjadi pusat uji coba teknik-teknik baru yang akan dipakai untuk memproduksi mobil Toyota. Pabrik di Jepang bagian tengah yang sudah melahirkan lebih dari 25 juta unit sejak mulai produksi 1966.

Jumlah orang yang punya kualifikasi Takumi sangat terbatas. Saat ini Toyota hanya memiliki 400 – 500 orang saja. Tugasnya sangat strategis. Selain menghasilkan produk yang sangat berkualitas, Takumi juga menjadi pelatih di pabrik-pabrik Toyota di seluruh dunia. Ketika manusia butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa mencapai tataran kemampuan Takumi, para Takumi punya murid lain yang lebih cekatan yaitu robot. Mereka melatih robot-robot agar memiliki keahlian seperti mereka dalam waktu singkat.


Sebagai mahluk mekanis, robot mampu melakukan tugas dengan kualitas terbaik, secara konsisten dan terukur. Untuk menghasilkan pekerjaan terbaik, pengajarnya juga yang terbaik. Nah itulah mengapa pengajarnya adalah para Takumi itu. Robot-robot di Takaoka bisa meniru dengan presisi kerja para Takumi untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi.

“Perbaikan demi perbaikan kami lakukan untuk mengoptimasi kerja robot-robot,” kata Shinichi Kato, penanggungjawab painting workshop di pabrik Takaoka. Strategi itu memungkinkan Toyota mengurangi jumlah pekerja di satu jenis pekerjaan yang ujungnya menurunkan ongkos produksi. Cotohnya, berkat peningkatan kualitas kerja robot, Toyota bisa mengurangi pekerja di painting line dari 16 menjadi 6 orang saja.

Takumi dan spesialiasinya mereka yang sangat ekstrim sangat penting bagi sukses Toyota. Disisi lain, Toyota juga menghadapi masalah. Kebanyakan Takumi sudah menjelang masa pensiun. “Kami menyadari betapa pentingnya untuk mewariskan pengetahuan mereka ,” kata Mitsuru Kawai, senior technical executive Toyota. Untuk mensukseskan misi itu, langkah pertama adalah merekrut pekerja muda berbakat untuk dilatih. Mereka yang terpilih akan mengikuti program pelatihan tiga tahun. (IDR)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s