Bukan cuma speed

 

 

Bagaimana mengendalikan kekuatan 518 kuda? Itu yang menggantung di benak kami saat hendak menguji 2010 Mercedes-Benz E63 AMG, Senin (1/11). Ini mid-size sedan dengan mesin V8 6.3 liter racikan AMG – divisi high performance car Mercedes-Benz.

Sedan premium dengan kemewahan khas Mercedes, punya mesin delapan silinder 6.3 liter naturally aspirated yang memproduksi 518hp dan torsi 620Nm. Mesin buatan tangan ini, yang pertama di dunia menggabungkan kelebihan mesin putaran tinggi dengan kapasitas silinder besar. Hasilnya torsi 20% lebih besar dibandingkan mesin sekelasnya.

Ketika akhirnya duduk di bucket seat bersalut kulit hitam yang bisa diatur mengikuti lekuk tubuh pengemudi, kami merasakan dahsyatnya mesin ini. Melaju hingga 200km/jam mudah saja. Saat dicoba akselerasi, rem lalu akselerasi lagi, tenaga seperti tidak turun, torsi terasa merata di semua putaran mesin. Sungguh, mesin yang membuat emosi pengemudi ikut berputar kencang.

Tapi mobil ini bukan soal kecepatan saja. Jalanan di Indonesia bukan surga bagi pecinta kecepatan. Apalagi insinyur-insinyur di AMG melihat tantangan kecepatan dan besarnya horsepower bukan yang terpenting lagi. E55 AMG, satu generasi di bawah E63 AMG bisa membangun kecepatan yang sama. Yang membedakan E63 AMG dengan pendahulunya adalah handling yang lebih lincah, driving dynamics lebih baik, seperti diungkapkan Tobias Moers, head of overall vehicle development at AMG. Dan itu yang kami rasakan.

Meliuk-liuk di sela-sela mobil di tol sangat mudah dilakukan, bahkan di kecepatan diatas 120km/jam. Sementara mobil meliuk-liuk seperti itu, efek body roll sangat minimal. Gejala diving saat di rem keras juga tidak terasa. Sangat bergerak lurus di kecepatan tinggi, kemudi begitu tenang, tidak bergerak sedikitpun. Sebaliknya saat harus meliuk, dia bisa menterjemahkan keinginan pengemudi dengan sangat tepat. Mungkin berlebihan jka dikatakan mobil seperti mengerti apa yang kami pikirkan. Perubahan sekecil apapun yang kami dilakukan di kemudi ataupun pedal-pedal, diwujudkan secara presisi. Tapi itu faktanya.

Bagaimana AMG melakukan itu. Yang pertama, AMG mengganti suspensi udara di bagian depan dengan per baja dan struts yang lebih dinamis. Suspensi udara tetap dipasang di belakang, karena kemampuannya mengakomodasi beragam beban di roda belakang.

Sistem peredam/dampers bisa di atur elektronik sesuai keinginan lewat tombol putar di center console di kanan tuas transmisi. Pengaturan bisa dilakukan saat mobil melaju. Ada tiga pilihan peredaman yaitu C (Ada yang bilang Comfort tapi Mercedes mengartikan Controlled Eficiency ), Sport dan Sport+. Yang pertama memberikan tingkat peredam lebih empuk, sementara yang lain lebih keras dan lebih keras lagi. Tapi jangan bayangkan se-empuk sedan lain. Comfort di E63 AMG sama seperti Sport di sedan lain.

 

Mesin V8 ini di pasangkan dengan transmisi Speedshift DCT 7 speed automatic transmission. Tidak seperti transmisi matik lain, yang menggunakan torque converter untuk mengalirkan daya dari mesin ke gearbox, Speedshift menggunakan kopling basah seperti di transmisi manual. Keuntungannya waktu perpindahan gigi lebih cepat, dan penurunan gigi sangat pas.

Kembali ke tombol putar C, S dan S+ yang mengatur tingkat peredaman, tombol ini juga bisa mengatur karakteristik transmisi. Memilih C hasilnya, karakter lembut dan ekonomis. Start dari gear 2 dan naik begitu memungkinkan. Respon throtle -pengatur akselerasi mobil- juga dibuat lebih lunak. Kami pakai settingan ini di kota.

Dua lainnya S dan S+ diprogram berbeda. Ini yang dicari dan membuat orang mau membayar mahal. Mereka tidak pernah gagal memilih gear yang tepat sesuai keinginan pengemudi, downshifting saat mobil di rem, perpindahan gigi juga sangat cepat. Perilaku mobil di jalanan jadi agresif, kuat dan dominan.

Tombol putar itu masih menyisakan dua settingan lain yaitu M (Manual) dan RS (Race Start). Di Manual, perpindahan gigi dilakukan lewat paddle shift di kemudi. Kanan untuk naik gigi dan kiri untuk turun. Memakai settingan ini di tol maupun diluar tol sama nikmatnya. Anda tidak perlu direpotkan mengatur pedal kopling tapi memiliki otoritas mengatur perpindahan gigi. Nikmat lainnya, ini sistem cerdas. Ketika pengemudi lupa menurunkan gigi atau mobil melambat, otomatis turun ke gigi satu. Yang membuat transmisi ini mengesankan, anda bisa menikmati raungan mesin yang menderum keras dari empat knalpot saat berakselerasi. Anda bisa menekan pedal gas sedalam-dalamnya sampai garis merah sebelum menaikkan gigi. Sistem manual menahan gigi hingga 7200rpm. Diatas itu otomatis naik untuk mengamankan sistem. RS kami tidak mencobanya.

Apa yang akan mengendap dibenak kami dari mobil ini? Mengendalikan 518 hp dari E 63 AMG begitu menyenangkan. Ini bukan cuma soal kecepatan tapi juga fun to drive, kenyamanan khas premium car, kemudahan operasi dan style modern.

 

 

2010 Mercedes-Benz E 63 AMG

Powertrain
Engine: DOHC V-8
Displacement: 6.2 liters
Horsepower: 518 hp @ 6800 rpm
Torque: 465 lb-ft @ 5200 rpm
Transmission: 7-speed automatic

Chassis
Steering: Rack-and-pinion with power assist
Suspension, front: Damper struts, electronic damping
Suspension, rear: Air springs, electronic damping
Brakes: Vented discs, front and rear, ABS
Tires: Pirellit PZero, 255/35 ZR19 front, 285/30 ZR19 rear

Harga : Rp 1,939 juta (off the road)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s