Menyelami Jawa bersama Innova

Dua hari perjalanan bersama Kijang Innova di Jogjakarta mengujungi pusat  warisan budaya Jawa.

Matahari begitu terik seperti jarum-jarum kecil yang menghujam kulit di dusun Kinahrejo. Sejauh mata memandang hanya pasir berawarna abu-abu. Disana-sini terlihat puing-puing sisa rumah masih mencoba bertahan berdiri. Jajaran batang-batang pohon di lereng-lerang bukit  merangas seperti tulang yang  berdiri kaku. Kengerian bencana katastropik setahun lalu masih belum pergi.
Namun bila diperhatikan, dibawah batang-batang yang bertumbangan, mulai bersemi rerumputan  hijau. Meskipun hanya satu dua gerumbul, namun seperti nya tanah bencana ini masih memberi kehidupan.

Kepala Desa Umbul Harjo, Bejo Mulyo S.Pd yang membawahi kawasan itu menemui kami, rombongan test drive Gran New Kijang Innova. Bersama perangkatnya,t ermasuk Pak Asih, putra mBah Marijan, pak Kades bercerita tentang perjuangan rakyatnya paska erupsi.  Meskipun pertanian belum pulih, ladang-ladang masih tertutup pasir tebal, namun kawasan ini berkembang cepat jadi tujuan wisata (volcano tour)yang menyedot banyak pengunjung. Walhasil, industry pariwisata akhirnya menghidupi semua warga.
Hari itu hari kedua dari Media Test Drive: Forward the Journey. Dusun Kinahrejo tidak jauh dari tempat rombongan menginap di Kaliurang. Setelah menyebrangi  Dam Lahar Kali Boyong Sleman perjalanan mulai menanjak dan sempit. Kualitas jalannya cukup bagus.

Toyota-Astra Motor menyiapkan 8 unit Grand New Kijang Innova dari beragam model,  bensin maupun diesel. Kebetulan GatraCars mendapatkan Tipe G diesel dengan transmisi otomatis.  Mesin 2KD-FTV berkapasitas 2.5 liter bisa memproduksi 102ps/3600rpm dengan torsi puncak 26.5 kgm diputaran 1600 – 2400 rpm  membuat perjalanan ke Kinahrejo terasa nyaman.  Meskipun mesinnya sama, namun perbedaan  program di ECU, produksi torsi G diesel manual lebih rendah, 20.4kgm/1400 – 3200rpm.

Untuk perjalanan panjang seperti itu, fitur system hiburan kabin baru Kijang Innova terbukti menyenangkan. Kualitas suara yang dihasilkan memuaskan demikian pula dengan fleksibilitas sumber suaranya. Head unit 2 DIN dengan layar sentuh ini bisa mereproduksi suara dari DVD, CD, MP3, USB/AUX dan WMA player. Kualitas videonya juga tidak mengecewakan, apalagi di tipe G-Luxury, V dan V-luxury dilengkapi roof monitor 8 inch untuk penumpang belakang.
Sepanjang jalan, konvoi selalu menarik perhatian, apalagi dengan tampilan baru Kijang Innova yang lebih elegan dan berkelas. Disain lampu depannya membantu Innova terlihat lebih atletis dan segar.  Innova juga tetap mempertahankan kepraktisannya. Kursi baris ketiga dengan mudah dirubah jadi bagasi lapang.

Hari pertama diakhiri dengan berbuka puasa di Amanjiwo Resort setelah mampir di Prambanan dan Borobudur.  Lokasinya berada di desa Majaksingi, Borobudur, Magelang .  Resort  tersembunyi dibalik bebukitan hijau namun langsung berhadap-hadapan dengan Boroburur, di sisi lain bukit Menoreh.

Jiwa Damai
Amanjiwo (Jiwa Damai) mengeksplorasi suasana otentik Jawa. Tempat menyepi yang sangat ekslusif dan mahal.  Karena itu ketika malam tiba yang terdengar hanya suara jangkrik, desis angin dan suara gamelan lemah lembut seperti bisikan mistis yang menenangkan. Malam itu seperti merekonstruksi kehidupan glamour bangsawan Jawa di masa silam.   Makam malam di hibur tarian gambyong, Kelono Topeng dan Bambangan Cakil.
Hari kedua, Toyota Kijang Innova membawa kami dari Merapi menuju dusun Rejodani, Sariharjo,  Ngaglik, Sleman untuk menyaksikan proses pembuatan batik dengan pewarna alami di SoganVillage. Bangunan yang dipakai adalah rumah Jawa asli yang dibangun 1853 atau berusia 158 tahun. Kompleks bangunan diatas tanah seluas 6000m2 ini dulunya milik Kiai Muhamad Darum yang menjadi lurah desa. Saat ini dikelola generasi ke empatnya. Di tempat ini, media merasakan langsung proses pembuatan batik.
Hari itu Toyota mengajak rombongan berbuka puasa di Rumah Sleman  Private Boutique Hotel yang dibangun oleh Darah Dalem, keluarga Bangsawan Kasunanan tahun 1814. Awalnya dibangun  di Kampung Sewu-Solo, namun  tahun 1998, rumah ini dipindah ke Sleman  dengan mempertahankan lay out  dan material rumah.  Gudeg, serabi, mie jawa dengan ronde jadi pilihan berbuka yang diakhir dengan pagelaran sendratari Ramayana dan tiga tari beruntun persembahan seniman Jogjya, Didiek Nini Thowok.
Jogja dipilh karena menyimpan banyak destinasi yang menyimpan warisan budaya tinggi.  Sejak  masa peradaban Hindu dan Budha hingga Islam menyelimuti daerah ini. Mulai dari Prambanan yang eksotis, Borobudur yang agung, hingga proses pembuatan batik yang diakui sebagai salah satu warisan dunia.  Bagi Toyota, Kijang adalah bagian dari heritage industry otomotif nasional. Lahir 9 Juni 1977 saat industry otomotif nasional mulai merangkak, Toyota Kijang mewarnai dan ikut membentuk sosok industry otomotif nasional  hingga hari ini. Setelah tiga dekade,  posisinya sebagai mobil keluarga tak tergantikan.
(Di CoPas dari majalah Gatra Cars)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s