Pelajaran dari Copenhagen

Coba googling dengan keyword  ‘Jakarta traffic’ foto-foto yang muncul  melulu jalanan macet.  Lalu coba keyword ‘Copenhagen traffic’. Lihat foto apa yang ditampilkan..

Ibukota Denmark ini terpilih sebagai kota yang bisa memberikan kepuasan tertinggi dari pengalaman perjalanan bagi penglaju/commuter.   Hal itu terungkap dari  survey Frost & Sullivan: Journey Experience Indeks yang dirilis  pekan lalu.

Lembaga ini mengeluarkan daftar  berisi 23 kota-kota besar di dunia yang menggambarkan tingkat kepuasan penglaju.  Jakarta ada di daftar itu. Di posisi berapa? Lihat saja sendiri. Sementara kota di ASEAN dengan peringkat terbaik adalah Kuala Lumpur (urutan 14) dan Singapore (18).

Pemandangan sudut kota Copenhagen

Seperti apa survey itu, bagaimana Copenhagen, Sydney dan Seattle bisa memberikan kepuasan tertinggi, apa yang bisa dipetik sebagai pelajaran bagi Jakarta? Baca saja rilis mereka yang sangat bermanfaat ini.

Press release:

Frost & Sullivan: Journey Experience Indeks Menempatkan Kopenhagen, Seattle dan Sydney sebagai 3 Kota Teratas dimana para Penglajunya memiliki Tingkat Kepuasan yang Tinggi


Jakarta, 17 Juni 2011 – Survei yang dilakukan oleh Frost & Sullivan menunjukkan bahwa para penglaju, baik yang menggunakan kendaraan umum maupun pribadi di Kopenhagen, Seattle dan Sydney termasuk ke dalam kategori penglaju yang memiliki tingkat kepuasan yang tinggi dari segi pengalaman  perjalanan mereka.

Vivek Vaidya, Vice President, Automotive & Transportation Practice, Asia Pacific, Frost & Sullivan mengatakan bahwa Kopenhagen menempati urutan teratas dengan nilai  rata-rata 81.5 poin untuk keseluruhan pengalaman perjalanan – baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi – terkait dengan tingginya penggunaan kendaraan tidak bermotor seperti sepeda dan transportasi publik dengan sistem yang terintegrasi.

Ia mencatat bahwa 25 persen dari populasi kota tersebut menggunakan sepeda atau berjalan kaki untuk menuju  tempat aktivitas mereka  jika dibandingkan dengan angka rata-rata secara global yang kurang dari 10 persen. Kopenhagen memiliki jalur sepeda yang ekstensif dan dirancang dengan baik,  sepanjang 350 km.

Vivek mengungkapkan bahwa Seattle mencetak angka rata-rata sebesar 78.5 poin, sementara Sidney meraih 78 poin untuk indeks tersebut.

Journey Experience Index Frost & Sullivan diukur berdasarkan tingkat kecepatan, biaya perjalanan dan tingkat kenyamanan dan pengalaman secara keseluruhan. Survei tersebut dilaksanakan pada bulan September 2010 hingga Februari 2011 dan melibatkan 14,771 responden dari 23 kota. 

Vivek mengatakan bahwa Jakarta, Seoul dan Rio de Janeiro memiliki spektrum indeks yang lebih rendah. “Para penglaju di 3 kota tersebut secara umum memiliki rasa ketidakpuasan terkait dengan kemacetan lalu lintas dan terlalu padatnya transportasi publik,â€� ungkapnya. Ia menambahkan bahwa Jakarta hanya mencapai  angka 30.5 poin, sementara Seoul 35.5 dan Rio de Janeiro 45.5.

Vivek mengungkapkan bahwa Jakarta menempati posisi paling bawah dari riset Journey Experience Index Frost & Sullivan dengan rata-rata angka yang dicpai hanya sebesar 30.5 poin dibandingkan dengan benchmark global yang mencapai 61.

Ia menambahkan bahwa sebanyak 394 penglaju pengguna transportasi umum dan 1,007 penglaju pengguna transportasi pribadi telah disurvei.  Ia mengatakan bahwa 80 persen dari pengguna transportasi pribadi yang disurvei tidak puas akan pengalaman perjalanan mereka.  “73.5 persen dari penglaju pengguna transportasi pribadi yang disurvei mengungkapkan kemacetan lalu lintas dan rendahnya tingkat kecepatan sebagai masalah utama yang mereka hadapi,â€� tambah Vivek.

Vivek  mengungkapkan bahwa 87.5 persen dari penglaju yang mengandalkan transportasi publik merasa tidak puas dengan pengalaman perjalanan mereka karena padatnya pengguna transportasi publik, rendahnya tingkat kecepatan dan kemacetan lalu lintas yang mereka hadapi.

“Journey Experience Index Frost & Sullivan  telah memberikan kita  wawasan untuk menciptakan dan menguji usulan sebagai upaya untuk meningkatkan cara masyarakat untuk bepergian sehingga solusi yang lebih baik dapat diciptakan seiring dengan tingkat pertumbuhan populasi di kota-kota besar di seluruh penjuru dunia yang terus berkembang,â€� paparnya.

Journey Experience Index Frost & Sullivan merupakan bagian dari program riset Urban Mobility Frost & Sullivan yang bertujuan untuk melacak mobilitas 27,600 penglaju dan penduduk dalam kota selama setahun lebih di 23 kota di seluruh dunia, meliputi hari kerja maupun akhir pekan. Riset ini merupakan studi pertama yang dilakukan pada level global yang memberikan gambaran tentang bagaimana masyarakat bepergian secara global, masalah-masalah yang mereka hadapi dan juga solusi yang mereka inginkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

 Vivek mengatakan bahwa program riset mobilitas akan memberikan manfaat untuk pemerintah, pengembang infrastruktur dan perusahaan-perusahaan TI dan energi, provider telekomunikasi, perusahaan otomotif dan badan transportasi umum.

Ia menambahkan bahwa Frost & Sullivan akan menganalisa biaya yang terdapat dalam sistem yang telah ada – kemacetan, kecelakaan, polusi dan luas tanah yang digunakan untuk jalan maupun parkir mobil – dibandingkan dengan seluruh negara-negara di dunia yang memiliki perbedaan mencolok dalam hal luas, demografis dan tingkat kesejahteraan.

Frost & Sullivan Journey Experience Index

1.        Copenhagen (81.5)

2.        Seattle (78.5)

3.        Sydney (78)

4.        San Francisco (75)

5.        Dubai (72.5)

6.        Los Angeles (72.5)

7.        New York (71)

8.        London (67.5)

9.        Shanghai (67.5)

10.        Frankfurt (63.5)

11.        Johannesburg (62)

12.        New Delhi (62)

13.        Paris (61.5)

14.        Kuala Lumpur (61)

15.        Beijing (60.5)

16.        Moscow (60.5)

17.        Tokyo (60.5)

18.        Singapore (54.5)

19.        Mexico City (49.5)

20.        Cairo (46.5)

21.        Rio de Janeiro (45.5)

22.        Seoul (36.5)

23.        Jakarta (30.5)

Tahun ini, Frost & Sullivan menginjak usia ke-50. Frost & Sullivan bangga menjadi salah satu dari 25 perusahaan yang telah berpartisipasi lebih dari 50 tahun dalam industri Informasi dan Jasa Konsultasi bernilai US$366 milyar secara global

Tentang Frost & Sullivan

Frost & Sullivan, Perusahaan Mitra Pertumbuhan Bisnis, memungkinkan para klien untuk mempercepat pertumbuhan dan mencapai posisi terbaik di kelasnya dalam pertumbuhan, inovasi dan kepemimpinan. Layanan Kemitraan Pertumbuhan Bisnis (Growth Partnership) akan membantu para pemimpin perusahaan dan timnya dengan hasil penelitian yang akurat dan model praktek terbaik yang mendorong penciptaan, peninjauan dan implementasi dari strategi pertumbuhan usaha yang teruji.

Frost & Sullivan memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dalam hal bekerjasama dengan 1000 perusahaan terbaik di dunia, bisnis baru yang sedang berkembang dan juga dengan komunitas investasi dari lebih dari 40 kantor pada enam benua.  Untuk bergabung dengan Pertumbuhan Kemitraan kami, silakan kunjungi http://www.frost.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s