2012 Chevrolet Malibu ECO

Bertahun-tahun konsumen di Indonesia hanya merasakan mid-size sedan buatan Jepang dan Eropa seperti Toyota Camry, Honda Accord, Nissan Teana hingga BMW Seri 5 dan Mercedes-Benz E-Class.

Jika tidak ada aral melintang, tidak lama lagi anda akan punya kesempatan menjajal mid-size sedan buatan Detroit, Chevrolet Malibu. Sedan ini dipuji karena berhasil menggoyang kemapanan rival-rivalnya dari Jepang di pasar Amerika Serikat.  Seperti apa? Tunggu saja.

Mid-size sedan paling irit dalam 100 tahun Chevrolet

Namun GM rupanya tidak berhenti menyempurnakan mid-size yang akan dipasarkan di 100 negara dunia ini.  Mereka sedang menyiapkan Malibu ECO yang sangat irit, 11km/liter di kota dan 16.1km/jam.  Dengan efisiensi seperti itu, GM mengklaim jarak tempuhnya bisa mencapai 880km! dengan tangki 59.8 liter. Ini seperti jarak dari Jakart ke Surabaya…   Dan GM jauh-jauh hari sudah menegaskan harga Malibu ECO tidak akan semahal sedan premium atau hybrid.

Teknologi eAssist menggunakan baterai Lithium-ion terbaru dan motor listrik-generator  untuk untuk fungsi regenerative braking dan stop-start. Yang dibanggakan, ukurannya efisien dan beratnya hanya 29kg.  Inilah mid-size sedan paling irit dalam 100 tahun sejarah Chevrolet .

Efisiensi bahan bakar juga dibantu lewat penataan aerodinamika. Selain ekterior bagian atas, juga bagian bawahnya termasuk grille yang bisa ditutup pada kecepatan tinggi untuk memudahkan aliran udara.

eAssist details

Sistem eAssist ini dipasangkan dengan mesin bensin 2.4 liter Ecotec direct injection empat silinder yang dipasangkan dengan transmisi 6-speed.  Mesin 2.4 liter ini ringan dan efisien dengan dua overhead cams (DOHC). Mesin aluminium ini bisa menghasilkan 180hp.  eAssist membantu lewat aliran listrik untuk mengoptimalkan kerja mesin dan transmisi.  Listrik dihasilkan lewat motor-generator yang tenaganya dari pengereman. Saat mobil mengerem, generator bekerja. Dengan pola seperti ini bisa diproduksi listrik hingga 15kW.

Display yang menunjukkan aliran listrik antara mesin - baterai

Saat mobil berhenti, mesin bensin mati digantikan energy listrik untuk menggerakkan motor. Motor ini dipakai untuk menggerakkan mobil saat mulai jalan lagi. Motor listrik punya kelebihan torsi sangat besar di putaran rendah. Mengganti kerja mesin dengan motor listrik untuk start adalah pilihan cerdas. eAssist juga menghentikan pasokan bahan bakar saat deselarasi . Semua proses kerja itu ditayangkan lewat display di center console yang bisa mengajarkan pengemudi bagaimana mengemudi efisien.

Di Indonesia sudah ada pabrikan Eropa yang menyajikan teknologi  seperti ini, misalnya BMW dan Smart.  Sementara Audi hanya memakai regenerative braking saja, tidak dilengkapi stop-start.  Di BMW, regenerative braking mulai on saat pedal gas di angkat. Pada saat itu generator bekerja memanfaatkan momentum yang tersisa saat mobil menggelinding untuk mengisi baterai.  Saat berhenti sebentar, mobil akan mematikan mesin dan langsung hidup saat pedal gas ditekan atau pedal rem dilepas.

Operasionalnya di lapangan,  saat mobil berhenti, lalu hidup lagi ada waktu sejenak untuk untuk start engine dan ini kadang-kadang tidak nyaman. Karena begitu kita akan bergerak, jalan di depan mobil sudah di isi pemakai jalan yang lain. Sistem ini lebih cocok di pakai di jalan yang relative kosong atau tol.  Ada tombol untuk menonaktifkan fitur ini.

Interiornya wooow.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s