Selamat malam pemirsa,

Sehebat apapun mobil anda, jika tidak bisa jalan, tidak ada artinya. Tenaga mesin selalu disalurkan ke roda dengan banyak cara.

Saat ini ada banyak system penggerak roda. Ada Rear wheel drive, Front wheel drive, All wheel drive dan 4-wheel drive.  Yang mana yang terbaik?  Jawabnya tidak pernah final. Selalu ada perdebatan panjang karena  masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Daripada bersilat lidah, lebih baik selami dulu kelebihan dan kekurangan agar anda bisa memilih yang terbaik untuk kebutuhan berkendara anda.

=================

Mari kita tengok system penggerak roda belakang atau rear-wheel drive. Ciri utamanya ada  di kolong. Disana ada batang yang memanjang dari transmisi ke gardan belakang. Batang itu mengirimkan torsi ke gardan.

Kelebihan RWD  yang paling penting adalah handling yang jauh lebih baik dibandingkan penggerak roda depan atau front wheel drive.   Akselerasi keluar dari tikungan lebih menggigit dan kencang.

Yang kedua, distribusi berat lebih merata karena komponen system pengerak  ada di belakang.  Mobil lebih stabil.

Disisi lain, efisiensi nya tidak sebagus front wheel drive.  Lebih banyak komponen, artinya bobot lebih berat, dan tenaga yang hilang saat ditransmisikan dari mesin menuju roda belakang lebih besar.

Pabrikan juga dibebani biaya perakitan dan produksi lebih mahal.

Namun dengan karakter  handling yang tidak bisa ditandingi  system penggerak roda depan, RWD tetap jadi pilihan utama bagi sports car, dan luxury car.  Apalagi hadirnya teknologi  traksi control, ESP dan independent suspension membantu meminimalisir kekurangannya. Lihat saja model keluaran BMW, Mercedes-Benz  hingga Infiniti memilih RWD. Toyota Innova,  Ford Everest juga penganut  RWD

====================

Boming harga minyak awal decade 70-an mendorong luasnya penggunaan  system penggerak Front-wheel drive. Cirinya utamanya, tidak ada drive shaft dan rear-axle.  Axle dipindah ke depan dan menyatu  dengan transmisi sehingga disebut transaxle.

Sistem ini memiliki kelebihan yang cocok dengan situasi saat ini.

Seperti, efisien bahan bakar.   Karena lebih sedikit komponen, mobil lebih ringan, efisiensi bahan bakar meningkat, akselerasi dan pengereman lebih baik.  Di jalan licin, system penggerak roda depan lebih unggul karena roda depan mendapat tekanan dari beban mesin dan transaxle.

Kedua dan terpenting bagi konsumen adalah,  interior lebih lapang karena lantai mobil rata, tidak ada gundukan memanjang tempatdrive shaft. Tanpa rear-axle,  ruang bagasi juga lebih lapang.

Bagi produsen,  ongkos produksi dan pemasangannnya lebih murah.  Pabrikan juga lebih mudah menempatkan system lain di kolong mobil seperti selang-selang system rem, bahan bakar dan pembuangan.

Tentu saja, ada kekurangannya. Yang terpenting adalah handling.  Beban yang terkonsentrasi  didepan membuat handling tidak optimal. Roda depan juga dipaksa menjalankan dua fungsi sekaligus yaitu penggerak dan  kemudi.

Hampir semua sedan, minivan dan hatchback di Indonesia menggunakan system ini, mulai dari kelas Toyota Camry, Honda  Accord,  hingga kelas Toyota Yaris, Honda Jazz bahkan Chevrolet Spark dan Nissan March.

————————————–

Bagaimana dengan All Wheel Drive?  Pada system ini  roda depan dan belakang sama-sama menggerakkan mobil setiap saat. Keunggulan utama adalah memberikan semua kelebihan yang dimiliki RWD dan FWD, sekaligus meminimalisir kelemahan kedua system itu.

Yang paling sering dipuji dari system ini adalah kemampuan mendapatkan traksi maksimal baik di permukaan jalan kering maupun licin. Karena mampu memberikan handling dan peforma optimal, system ini banyak dipakai sports car hingga mobil keluarga.

Tentu saja AWD punya kekurangan, yaitu berat dan harga yang mahal. Karena lebih berat akselerasi dan efisiensi bahan bakarnya lebih buruk.  Perawatan juga lebih mahal karena rem lebih cepat aus.

Saat ini ada yang disebut Automatic AWD.  Misalnya xDrive BMW. Pada kondisi normal torsi dibagi ke roda depan dan belakang dengan perbandingan 40:60. Pada saat  roda depan kehilangan traksi, komposisi itu bisa berubah  sesuai kondisi bahkan hingga 100% kebelakang. Demikian pula sebaliknya. Juga saat melaju dengan kecepatan tinggi diatas 100km/jam  seluruh torsi di kirim ke roda belakang. (nara sumber : Budi Santoso, BMW Indonesia). 4MATIC dari Mercedes-Bens juga punya prinsip kerja serupa.

Setiap pabrikan punya sebutan berbeda untuk system ini seperti 4MATIC  Mercedes-Benz, xDrive BMW, Quattro Audi,  SH-AWD Acura, dan Nissan/ Infiniti  (ATTESA E-TS) .  AWD lebih ditujukan untuk jalan aspal bukan off-road.

————————–

 

Untuk medan off-road, pilihannya 4WD.  Apa bedanya dengan AWD?  Pada 4WD, pengemudi bisa memilih opsi 4L (low) yaitu mesin akan member torsi beberapakali lipat besar pada empat roda namun kecepatann mobil jadi seperti siput. Dengan torsi besar, mobil lebih mudah melintasi riantangan.

Fulltime 4WD seperti dipakai Mitsubishi Pajero Sport/Triton memungkinkan 4WD dipakai terus seperti AWD.  Namun ini tidak disarankan. Karena kualitas  handling menurun, bahan bakar boros, transmisi terimbas dan ban cepat aus. Jadi disarankan di jalan aspal memakai 2WD. (narasumber : Jerry KTB).

Saat memakai mode 4WD, torsi dibagi sama rata ke seluruh roda.  Untuk memindahkan dari model 2WD ke 4WD High, bisa dilakukan saat mobil berjalan atau yang disebut shift on the fly seperti di Ford Ranger/Everest.  Sedangkan untuk masuk ke 4WD low harus benar-benar berhenti.

Keunggulan system ini, anda bisa melewati medan-medan sulit off-road, sementara kekurangannya, relatif rumit pengoperasiannya.

Sudahkah anda membuat pilihan?